Follow detikFinance
Jumat, 21 Sep 2018 19:45 WIB

Mau Mulai Bisnis Kuliner? Ini Saran dari Ahlinya

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Foto: Kalbe Foto: Kalbe
Jakarta - Selain menyiapkan modal, ada beberapa hal yang harus disiapkan untuk mulai berbisnis kuliner. Pakar kuliner dan brand yakni Vice President Indonesia Chef Association Handry Wahyu Sumanto dan Brand Consultant and Ethnographer Amalia E Maulana membeberkan tiga hal yang harus disiapkan jika ingin bisnis kuliner, berikut daftarnya.

Menentukan Konsep
Pertama, tentukan konsep dari kuliner yang ingin dikembangkan. Misalnya konsep formal seperti restoran fine dining, semi formal seperti kedai dan kafe, atau nonformal seperti foodtruck. Setelah itu, tentukan konsep lokasi serta perizinannya.

Menentukan Menu
Kunci dari kesuksesan bisnis kuliner tak terlepas dari menu apa yang dihidangkan. Vice President Indonesia Chef Association, Handry Wahyu Sumanto, pada Workshop dan Training 'Restopreneur' persembahan kampus Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L) mengungkapkan menu adalah pedoman bagi yang menyiapkan makanan/hidangan.


Bahkan menu menjadi penuntun bagi tamu yang menikmatinya karena akan tergambar tentang apa dan bagaimana makanan tersebut dibuat. Hendra menyarankan agar pebisnis kuliner membuat menu yang menarik karena bisa menjadi satu alat promosi yang baik.

Dalam menentukan menu, perhatikan juga pengetahuan tentang nilai gizi, kebiasaan makan, keuangan, tujuan menu tersebut disusun, variasi dan keseimbangan, alergi, serta agama sehingga bisnis kuliner lebih mudah untuk diorganisir.

Lakukan Branding Tepat
Ingat, branding bukan hanya soal logo, periklanan, dan tagline. Branding merupakan bagaimana pemilik bisnis kuliner memahami konsumen untuk mengurangi trial dan error yang banyak terjadi pada bisnis kuliner yang baru.


Brand Consultant and Ethnographer, Amalia E Maulana, mengatakan branding dapat membantu sebuah bisnis kuliner yang baru untuk menjadi customer centric. Bahkan branding memberikan tawaran yang memang dibutuhkan dan menjadi pilihan dari konsumen di saat yang tepat sehingga terjadi kontinuitas yang berjalan.

Perlu diketahui, konsumen kini lebih menyukai cerita dibalik produk yang akan mereka konsumsi. Maka pebisnis kuliner harus memahami brand story-nya. Lakukan juga promosi secara online maupun offline agar mendapatkan respons pasar yang lebih luas.

Tiga hal tersebut disampaikan pada pelatihan dan seminar yang diadakan oleh Departemen Food Technology di Kampus i3L dengan i2C (Indonesia Institute of Culinary). Tujuannya agar para calon pebisnis kuliner memiliki dasar ilmu pengetahuan dan terus up to date dengan perkembangan yang ada. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed