Harga Minyak Capai US$ 67, Subsidi Melonjak Jadi Rp 163 T

Harga Minyak Capai US$ 67, Subsidi Melonjak Jadi Rp 163 T

- detikFinance
Senin, 15 Agu 2005 13:07 WIB
Jakarta - Lonjakan harga minyak dunia hingga level US$ 67 per barel dipastikan menggerogoti kantong pemerintah karena menggelembungnya subsidi menjadi Rp 163 triliun. Pertamina mengaku kondisi keuangannya tetap aman, meski harga minyak dunia mencapai level US$ 67 per barel.Demikian disampaikan Dirut Pertamina Widya Purnama di sela-sela acara peluncuran Pertamina Diesel and Environment Extra (DEX) di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (15/8/2005).Widya menambahkan, jika pemerintah akhirnya mematok harga minyak US$ 60 per barel, maka subsidi mencapai Rp 135 triliun. Yang jelas, setiap kenaikan harga minyak setiap US$ 1 per barel, subsidi bertambah Rp 4 triliun. "Jadi dengan kenaikan US$ 7 per barel, subsidi bertambah Rp 28 triliun," urainya.Menteri Keuangan Jusuf Anwar dalam wawancara khususnya dengan harian Bisnis Indonesia menyebutkan, pemerintah tengah menyiapkan skenario terburuk dengan mematok harga minyak US$ 60 per barel. Dengan patokan itu, subsidi mencapai Rp 126,4 triliun, dan defisit Rp 45 triliun.Angka subsidi yang disampaikan Menkeu tersebut berarti lebih rendah dibandingkan perhitungan Pertamina. Menurut Widya, jika angka itu betul-betul akan ditetapkan, maka pemerintah harus membantu keuangan Pertamina. Kadiv BBM Pertamina Ahmad Faisal mengatakan, subsidi yang ditetapkan pemerintah tersebut sangat tidak cukup.Faisal menambahkan, impor BBM Pertamina pada September, jumlahnya sama dengan impor Agustus, yakni sekitar 17,68 juta barel. Hal itu akan membawa konsekuensi melonjaknya permintaan dolar dari Pertamina.Stok BBM NasionalDirektur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie Soemarno mengatakan, stok hingga hari ini sudah normal menjadi 20,5 hari, dan tidak ada kelangkaan."Kalau yang di Sumenep, kelangkaan terjadi karena ada agen yang nakal. Tapi itu sudah diselesaikan dan kami akan melakukan operasi pasar sendiri untuk memantau distribusi," tegas Arie. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads