Harga Elpiji Bakal Naik Lagi 20%
Senin, 15 Agu 2005 13:42 WIB
Jakarta - Pertamina dipastikan akan kembali menaikkan harga elpiji sekitar 20 persen, yakni dari semula Rp 4.200 per kg menjadi Rp 5.000 per kg pada tahun ini."Kami sedang mempertimbangkan timing kenaikannya. Yang pasti direncanakan tahun ini," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie Soemarno di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (15/8/2005).Arie menjelaskan, pertimbangan kenaikan elpiji adalah karena produk ini tidak lagi disubsidi, sementara harga pasar internasional elpiji terus naik. Pertamina terus menaikkan harga elpiji secara bertahap sejak November 2004 lalu, dengan kisaran kenaikan antara 20-35 persen.Kadiv Penjualan Gas Domestik Edwin Bakti mengatakan, harga elpiji dunia saat ini mencapai US$ 400 per metrik ton, atau harga produk Rp 4.000 per kilogram yang belum termasuk biaya-biaya tambahan."Jadi kemungkinan besar nanti menjadi Rp 5.000 per kilogram. Kelihatannya kenaikan harus tahun ini karena kenaikan harga dunia sudah memberatkan," kata Edwin.Pertamina menargetkan penjualan elpiji Pertamina pada tahun 2005 mencapai 1,2 juta metrik ton dengan produksi sekitar 2,5 juta metrik ton.Impor LNGPertamina juga berencana mengimpor LNG sebanyak 2 kargo dari Oman dan Qatar. Namun masalah itu belum dinegosiasikan karena Pertamina masih menjajaki impor dari negara lain. "Tampaknya dengan sudah masuk musim dingin, LNG akan tambah sulit dicari, karena LNG adalah kontrak terbatas," kata Arie.Arie juga mengungkapkan, Pertamina memilih mundur dari tender LNG di Nigeria karena harus bersaing dengan Korean Gas (Kogas) yang merupakan pembeli LNG Pertamina. "Kogas mengatakan kalau kita ambil LNG Pertamina, Kogas tidak jadi mengambil LNG Pertamina. Jadi kita mundur dan mereka yang ikut tender LNG," tukas Arie.
(qom/)











































