Pelepasan distribusi bibit secara simbolis dilakukan Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Muhammad Syakir. Benih yang diproduksi dan didistribusikan secara gratis ini disebut sebagai varietas unggul tanaman perkebunan yang merupakan hasil Balitbangtan sendiri.
"Kita ingin mengembalikan kejayaan rempah Indonesia untuk produk-produk yang memang menjadi keunggulan komparatif kita. Lompatan produktivitas dan daya saing pertanian ini hanya bisa dilakukan dengan inovasi teknologi berupa benih unggul yang nantinya ditanam oleh petani kita," kata Syakir usai meluncurkan distribusi benih perkebunan, Senin (24/09/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Syakir menjelaskan sektor perkebunan adalah salah satu penghasil devisa negara terbesar, melebihi pendapatan sektor minyak dan gas. Tahun 2017, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor perkebunan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp 471 triliun, meningkat 9 persen dibandingkan kontribusinya pada tahun 2016.
"Nilai ekspornya mencapai Rp 432,4 triliun atau 96,4 persen dari total nilai ekspor pertanian. Tingginya permintaan pasar global terhadap produk-produk perkebunan ini belum diimbangi dengan ketersediaan stok dalam negeri sebagai akibat tingginya proporsi tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi. Untuk menyikapi hal tersebut perlu dilakukan langkah nyata, melalui peremajaan tanaman, pemilihan varietas unggul dan pemberantasan hama/penyakit," bebernya.
"Anggaran Kementan untuk program pembenihan gratis pada APBN 2018 ini dialokasikan Rp 5,5 triliun, naik dari 2,4 triliun pada APBN-P 2017 termasuk di dalamnya untuk sektor perkebunan," tandas dia.
Terlihat hadir dalam kegiatan itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi, Bupati Bandung Dadang Naser, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan sejumlah kepala daerah lainnya. (zlf/zlf)











































