Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Sep 2018 20:06 WIB

Cerita RI Berhasil Kurangi Impor dengan Ikan Lokal

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Aktivitas Nelayan di Pelabuhan Ikan Muara Baru Foto: Pradita Utama Aktivitas Nelayan di Pelabuhan Ikan Muara Baru Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Masalah impor ikan tengah menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyentil masih adanya impor ikan meskipun RI memiliki lautan yang sangat luas.

Ketua Bidang Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Thomas Darmawan menjelaskan, memang benar Indonesia hingga saat ini masih melakukan impor ikan. namun, lanjut dia, intensitasnya sudah mulai berkurang.



Menurutnya, mulai berkurangnya impor ikan karena para pengusaha ikan di Indonesia mulai memperkuat dan meningkatkan kualitas produksi dalam negeri. Contohnya saja, lanjut dia, untuk impor ikan fillet patin dan dori.

"Kita dulu impor filet ikan patin dan dori. Sejak lima tahun lalu, namun itu sudah mulai dikurangi ya," katanya kepada detikFinance, Selasa (25/9/2018)

Ia menjelaskan dalam durasi lima tahun terakhir budidaya ikan mulai ditingkatkan untuk mensuplai kebutuhan dalam negeri. Namun demikian, ia mengaku masih ada tantangan dalam produksi ikan di dalam negeri masih kalah saing dibandingkan harga ikan Vietnam.

"Sebenarnya bisa diganti di dalam negri. Tapi kan budidaya ikan patin di dalam negeri ini belum (bisa bersaing) seperti harganya. Nggak bisa bersaing dengan Vietnam, karena harga ikan patin di Vietnam itu bisa lebih murah," jelasnya.

"Kita dulu impor filet ikan patin dan dori. Sejak lima tahun lalu, namun itu sudah mulai dikurangi ya"Ketua Bidang Perikanan Apindo Thomas Darmawan

Thomas mengatakan, produksi ikan patin di Vietnam lebih terintegrasi. Misalnya untuk proses pembibitan, peternakan sampak pabrik olahan ada dalam satu lokasi yang luas. Hal tersebut yang membuat biaya operasional dan transportasi terpangkas dan membuat harga ikan patin di Vietnam menjadi lebih murah.

"Karena lebih terintegrasi. Ada kolam disana juga ada pakannya, kemudian ada pabrik, pembibitan itu sudah ada di satu lokasi. Ini sebuah tantangan bagi kita," paparnya.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed