Pemerintah Prediksi Harga Minyak Turun US$ 10-15 Tahun 2006
Selasa, 16 Agu 2005 16:56 WIB
Jakarta -
Pemerintah memperkirakan harga minyak pada tahun 2006 turun US$ 10-15 per barel dari harga minyak yang saat ini yang mencapai di atas US$ 60. Makanya, dalam RAPBN 2006, asumsi harga minyak dipatok US$ 40 per barel sesuai dengan patokan harga Indonesia Crude Price (ICP).Hal itu dikatakan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (16/8/2005).Penurunan harga minyak dunia yang sebesar US$ 10-15 per barel ini dikarenakan suplai minyak dunia akan mengalami kelebihan. Suplai dari negara OPEC akan mengalami kelebihan 4,5 juta barel per hari dari level konsumsi dunia.Pada tahun 2006 akan terjadi terjadi kejenuhan pertumbuhan ekonomi dunia. Artinya pertumbuhan ekonomi dunia tidak seperti yang diharapkan karena sudah terkena dampak kenaikan harga minyak dunia. "Ini akan memberikan refleksi terhadap pertumbuhan minyak yang rendah," ujar Purnomo.Penetapan asumsi harga minyak tidak hanya ditetapkan oleh Departemen ESDM tapi juga bersama Menkeu dan DPR. "Pemerintah sepakat untuk menjalanakan kehati-hatian mengenai masalah fiskal ini," katanya.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































