Pemerintah Terima Rp 3 Triliun dari Akuisisi BTN
Selasa, 16 Agu 2005 20:04 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan memperoleh penerimaan Rp 3 triliun jika BNI jadi melakukan akuisisi. Pasalnya, perhitungan perolehan rasio antara harga terhadap nilai buku sebanyak 2,5 kali. Jika nilai bukunya Rp 1,2 triliun maka pemerintah akan memperoleh Rp 3 triliun.Demikian dikatakan Meneg BUMN, Sugiharto seusai konferensi pers di Depekeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (16/8/2005)."BTN sangat tergantung simulasi dan konsorsium pembeli, polanya sudah disetujui tapi peserta diharapkan diikuti dana pensiun dan Jamsostek bukan hanya BNI," kata Sugiharto. Hal ini dilakuan supaya BTN memperoleh dana jangka panjang untuk mencapai target pembangunan satu juta unit rumah.Sugiharto membuka bagi siapa saja yang akan mengajukan penawaran terhadap BTN. "Siapapun bisa ajukan penawaran tapi tentu saja. Kita akan memilih penawar dengan harga tertinggi," ujar Sugiharto.Menurutnya, kepentingan pemerintah adalah nantinya BTN punya modal cukup. Lalu BUMN yang 100 persen milik pemerintah adalah BNI maka dengan posisinya berinvestasi di BTN maka pemilikan pemerintah tidak hilang.Ia menjelaskan target setoran penerimaan negara adalah sebesar Rp 5.9 triliun. Dari nilai itu Rp 3,5 triliun berasal privatisasi dan Rp 2,9 triliun berasal dari PPA. "Tahun 2005 target privatisasi BUMN naik dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,5 triliun. Sedangkan dividen dari Rp 8,9 triliun menjadi Rp 11 triliun," terang Sugiharto.Selain dari penjualan BTN, target penerimaan direncanakan juga berasal dari penjualan share kepemilikan pemerintah 10 persen di PGN Tbk yang bisa mencapai Rp 1,5 triliun.
(mar/)










































