Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Okt 2018 11:06 WIB

Strategi Gubernur Ridho Geber Pertumbuhan Ekonomi Lampung

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Dok. APPSI Foto: Dok. APPSI
Bandar Lampung - Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengungkapkan angka pertumbuhan ekonomi dan indeks ketahanan nasional Lampung meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan Ekonomi Lampung pada tahun 2018 ada di angka 5,16%. Sementara indeks ketahanan nasional Lampung berada di skor 2,89, peringkat ke-5 nasional dan peringkat pertama untuk provinsi di luar Jawa.

Di antara strategi yang dilakukan Ridho untuk meningkatkan angka tersebut adalah dengan melakukan pembacaan komprehensif terkait persoalan dan potensi Lampung, kemudian menjadikannya landasan dalam merumuskan kebijakan strategis.

"Secara sederhana, Lampung ini lebih dari 50% masyarakatnya bekerja di sektor agraris, pertanian mau tidak mau menjadi lokomotif daerah untuk mengangkat kesejahteraan, artinya dengan memperhatikan petani sama dengan menyelesaikan separuh problem mastarakat Lampung," ungkap Ridho saat menemui Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10/2018).

Ridho mencontohkan dengan mengetahui bahwa mayoritas lahan sawah di Lampung adalah tadah hujan, solusi yang dapat diberikan untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan memberikan irigasi diluar musim hujan.


"Artinya kalau sawahnya tadah hujan, tinggal kita beri air saat tidak ada hujan, sehingga mereka bisa panen 2 kali lipat dan pendapatan petani meningkat 100%," ujar Ridho.

Kemudian Ridho mengungkap keunggulan pertanian di Lampung juga tak hanya ada di komoditas padi, tapi pertanian secara umum termasuk peternakan dimana sapi Lampung yang paling diandalkan untuk mensuplai stok daging di Sumatera.

"Rata-rata sapi di Sumatera, termasuk untuk rendang di Padang, Lampung yang bantu suplai," ungkapnya.

Sehingga menurut Ridho untuk meningkatkan perekonomian Lampung, integrasi pasar baik internal maupun ke eksternal provinsi Lampung harus diutamakan, yakni dengan memperbaiki infrastruktur jalan.

"Mau tidak mau pembenahan infrastruktur memakan 50% anggaran pembangunan Lampung, karena itu prioritas dan berdasarkan survey komprehensif. Kalau jalan rusak biaya ekonomi untuk distribusi makin mahal, sehingga infrastruktur penting untuk diperhatikan," jelas Ridho.


Selain infrastruktur, kunci utama ketahanan pangan Lampung adalah dengan mengedepankan inovasi. Diantaranya dengan memanfaatkan besarnya komoditas ubi kayu diolah menjadi beras.

"Ketimbang Bangsa ini heboh dengan impor beras, kita berikan solusi melalui diferensiasi alternatif bahan pangan. BPPT di Lampung berhasil mengolah ubi kayu menjadi beras," ungkap Ridho.

Ridho Ficardo adalah Gubernur ke-10 yang ditemui Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur dari APPSI. Di Lampung Tim Ekspedisi telah menyelesaikan etape pertama dan akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa.

Informasi selanjutnya tentang APPSI bisa dilihat di sini.

(idr/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed