Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Okt 2018 17:45 WIB

Soal Ekonomi Dunia, Bos OJK: Lagi Goyang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom) Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kondisi ekonomi global sedang tidak menentu. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yakni kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) dan perang dagang antara AS dan China.

Dalam bincang santai dengan awak media, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, dengan kondisi itu dia menyebut ekonomi dunia sedang bergoyang.

"Sebagaimana kita ketahui perekonomian dunia lagi bergoyang," kata dia di Kantor Pusat OJK Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Dia mengatakan, faktor tersebut memberi dampak yang besar ke berbagai negara. Dari kenaikan suku bunga AS, dampaknya ialah diikuti kenaikan suku bunga bank sentral di berbagai negara.


Lanjutnya, kenaikan suku bunga bank sentral ini untuk mempertahankan dana investor supaya tidak pindah tempat.

"Dampaknya cukup besar seluruh dunia, sehingga beberapa negara menyesuaikan kebijakan suku bunganya. Supaya investor portofolio, untuk mengurangi sentimen negatif. Terhadap pasar keuangan suatu negara tersebut," jelasnya.

"Kenaikan suku bunga memang untuk addres sentimen jangka pendek. Untuk addres sentimen negatif dan kalau AS naikkan suku bunga kita nggak naikkan suku bunga pindah dong, tapi itu hanya investor portofolio," jelasnya.

Sementara, terkait perang dagang yang implementasi dilakukan melalui penerapan tarif AS kepada China dampaknya bukan terasa jangka pendek. Menurutnya, dampak perang dagang akan mempengaruhi persepsi investor ke depannya.

"Kedua hanya persepsi ke depan saja," tutupnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed