CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Okt 2018 20:00 WIB

Pertemuan IMF-WB Dikritik, Ini yang akan Dilakukan Sri Mulyani

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pertemuan IMF-World Bank di Bali dikritik lantaran dinilai menghamburkan uang negara. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa tema yang akan dibahas dalam Sidang Tahunan IMF-WB 2018 sangat relevan dengan agenda dan kepentingan nasional saat ini.

Dua agenda prioritas di antaranya investasi pada human capital dan ekonomi digital, serta keuangan syariah. Beberapa isu prioritas nasional tersebut juga akan dibahas dan diupayakan menjadi sebuah inisiatif global.

Hal itu diungkapkan pada jumpa pers yang membahas substansi yang akan dibahas dalam Pertemuan Tahunan IMF-WB Bali 2018 yang bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Senin (8/10/2018),

Menteri Keuangan memaparkan agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi antara lain perkembangan ekonomi dunia berikut tantangan dan upaya untuk mengatasinya, pemanfaatan perkembangan teknologi untuk mendorong pertumbuhan inklusif, mitigasi perubahan iklim untuk mengatasi kesenjangan, skema pembiayaan dan asuransi bencana alam, investasi pada sumber daya manusia, dan lain-lain.

"Pembahasan topik-topik prioritas tersebut juga didasari oleh kondisi perekonomian global pada saat ini. Kita mengharapkan agar pemulihan ekonomi global terus berlanjut dan merata hampir di seluruh negara," kata Sri Mulyani.



Sri Mulyani menambahkan, seiring dengan upaya pemerintah Indonesia yang sedang melakukan percepatan pembangunan 245 proyek infrastruktur prioritas, dalam pertemuan tahunan ini Indonesia juga akan menandatangani sejumlah proyek infrastruktur yang akan dibiayai melalui kerjasama pemerintah Indonesia dengan beberapa lembaga keuangan internasional.

Pembahasan tentang bencana alam yang melanda Indonesia baru-baru ini juga akan dibahas oleh para delegasi.

"Rangkaian sidang tahunan ini juga akan dimanfaatkan Indonesia bersama dengan institusi yang relevan dan negara-negara lain untuk membahas dan untuk menemukan solusi yang paling tepat terkait tanggap bencana, termasuk kerangka kebijakan pembiayaan risiko bencana," ujar Sri Mulyani.

Selain sebagai ketua delegasi Indonesia, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga hadir dalam kapasitas sebagai Development Committee (DC) Chair, Gubernur Bank Dunia (WB) untuk Indonesia, dan Menteri Keuangan negara anggota G20.

Dia menceritakan, di sela-sela rangkaian acara IMF-WB panitia nasional juga mengadakan kegiatan Solidarity for Lombok yang berlangsung pagi hari ini yang di hadiri oleh dirinya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, berkunjung ke Lombok bersama Managing Director IMF, Christine Lagarde.

"Meskipun kita menjadi tuan rumah dari Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018, kami dari pemerintah pusat terus memberikan perhatian yang sangat penuh bagi seluruh daerah terdampak, baik di Lombok maupun di Palu. Kita akan terus melakukan proses-proses pemulihan," ujar Sri Mulyani.



Dalam kunjungan ini, dilakukan penyerahan bantuan untuk Lombok. Bank Indonesia menyerahkan bantuan rehabilitasi bangunan dan sarana-prasarana kepada 5 masjid dan 2 sekolah di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram.

Sementara Menko Kemaritiman menyerahkan sumbangan penanggulangan bencana dan baju seragam untuk 2 sekolah dasar di Lombok. Sebelumnya, para pegawai Kementerian Keuangan juga sudah melakukan aksi solidaritas untuk korban gempa Lombok dengan menyerahkan sumbangan sebesar 1 miliar rupiah pada awal September lalu. Tak ketinggalan pula Managing Director IMF menyerahkan bantuan dari manajemen dan staf IMF, yang ingin ikut meringankan beban masyarakat Lombok.

Kegiatan penting lain yang akan berlangsung dalam AM IMF-WBG kali ini adalah para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara anggota G20 akan melakukan pertemuan untuk membahas Outlook perekonomian global. Pembahasan itu fokus pada risiko dari sudut pandang perekonomian negara berkembang. Dalam hal ini, G20 mempertegas dukungannya terhadap multilateralisme dan kestabilan geopolitik dengan mendorong komunikasi kebijakan yang jelas dan transparan.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Putusan Sengketa Pilpres 2019
Putusan Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya