Manfaat Nyata IMF-WB Bali Versi Sri Mulyani

Manfaat Nyata IMF-WB Bali Versi Sri Mulyani

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 10:14 WIB
Manfaat Nyata IMF-WB Bali Versi Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Bali - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan manfaat nyata Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan internasional IMF-World Bank (WB) 2018 di Bali.

Sri Mulyani menyebut, bukan soal ekonomi saja yang akan mendapatkan dampak positif dari perhelatan ini, citra Indonesia di mata 189 negara pun menjadi lebih baik dan bisa menjadi negara yang memberikan pengaruh pada suatu pemikiran di kancah global.

"Jadi ini memupuk suatu reputasi negara kita menjadi negara well governance yang dikelola dengan baik, well manage yang di-manage dengan baik, untuk negara yang memiliki prestasi kita juga punya pengalaman yang bisa dibagikan kepada negara lain," kata Sri Mulyani saat berbincang dengan detikFinance di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Manfaat selanjutnya, kata Sri Mulyani, pemerintah Indonesia bisa menyuarakan suatu intrumen yang bisa menjadi rujukan bagi seluruh negara. Pada kesempatan ini, pemerintah ingin menyuarakan tentang asuransi bencana.

Hal itu, kata dia, muncul ketika Indonesia dua kali berturut-turur dilanda musibah gempa dan tsunami.

"Seperti yang sudah dilakukan walaupun baru dua hari, banyak yang kemudian membuat Indonesia menyampaikan persoalan-persoalan pembangunan yang relevan untuk Indonesia namun relevan juga untuk banyak negara, contohnya karena sekarang kita menghadapi bencana alam, maka mengenai bagaimana penanganan suatu negara menangi bencana alam," ujar dia.

Manfaat selanjutnya, pemerintah bisa menawarkan sejumlah proyek pembangunan ke seluruh investor yang hadir di acara IMF-WB 2018. Dia menceriakan, baru dua hari berlangsung banyak inestor yang tertarik menanamkan dananya pada proyek yang dengan skema kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU).

Sedangkan dari sisi ekonominya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan tanah air bisa mendapatkan dana sekitar Rp 1,1 triliun atau lebih besar dari anggaran yang dikeluarkan.

Keuntungan itu didapat dari para tamu yang membawa keluarganya dan menghabiskan banyak uang di Bali, mulai dari pembayaran sewa hotel, hingga membeli produk UMKM di Bali.

"Jadi bicara tentang manfaat banyak sekali, yang sifatnya intangible (tak berwujud), nggak bisa diraba namun real yaitu reputasi, nama baik, image, posisi Indonesia," jelas dia.


"Ada juga manfaat yang sifatnya tangible, seperti kita belajar, kita bisa mendevelopment instrumen menghadapi bencana yang sering terjadi di Indonesia, di mana infrastruktur bisa kita presentasikan sehingga investor bisa lebih familiar kenal dan mereka tahu policy yang mendukung itu, sehingga menarik lebih banyak capital inflow di Indonesia, apalagi banyak kasus sekarang ini," ungkap dia.





Tonton juga 'Sri Mulyani Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perekonomian':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads