Dalam hasil survei itu, Sekertaris Jenderal OECD Angel Gurria mengatakan ada upaya yang bisa ditempuh pemerintah Indonesia untuk membuat ekonominya lebih tangguh.
"Untuk membuat ekonomi lebih tangguh dan inklusif, Survei menyerukan program bantuan sosial (bansos) harus lebih tepat sasaran lagi, memperdalam pasar keuangan domestik, transparansi yang lebih baik dan tata kelola perusahaan milik negara, reformasi peraturan ketenagakerjaan untuk membawa lebih banyak pekerja ke pekerjaan formal dan penyederhanaan bisnis lebih lanjut," kata Gurria di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: OECD Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,2% Tahun Ini |
Gurria juga menyebutkan, untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan pembelanjaan, Survei mengusulkan Indonesia meningkatkan investasi dalam proses administrasi perpajakan, memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat pemantauan dan memfasilitasi kepatuhan pajak, memperluas basis pajak, dan bekerja dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dari pajak yang berulang.
Selain itu, survei menunjukkan perlunya memasukkan infrastruktur dalam rencana pembangunan baru, memperluas pelatihan keterampilan wisata dan mempertimbangkan membuka wilayah baru untuk penggunaan pariwisata yang tepat.
Selanjutnya, dengan memperbaiki kondisi UKM dan wirausahawan juga menjadi kunci untuk pembangunan ekonomi di masa depan.
"Di Indonesia, perusahaan kecil yang mempekerjakan kurang dari 20 orang bertanggung jawab atas lebih dari tiga perempat pekerjaan nasional, lebih dari di negara OECD mana pun," kata Gurria.
"Inilah alasan mengapa kebijakan untuk meningkatkan pengembangan UKM harus tetap menjadi prioritas bagi Pemerintah Indonesia," sambung dia.
Tonton juga 'BI Perjuangkan 4 Tema Prioritas di Pertemuan IMF-World Bank':
(hek/dna)











































