Tips Sandi ke Perajin Batik Indramayu Agar Tahan Gempuran Dolar AS

Sudirman Wamad - detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 16:13 WIB
Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Indramayu - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tembus Rp 15.200. Merespons kondisi ini Calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno memberikan jurus ke pengusaha batik agar tetap bertahan di tengah gempuran dolar AS.

"Saya tadi kasih tips-tips untuk menyikapi kenaikan dolar. Soalnya bahan baku pembuatan batik itu kan mayoritas impor," kata Sandiaga Uno usai mengunjungi sentra batik Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).


Jurus Sandi itu adalah menghemat bahan baku agar pengusaha batik bisa meningkatkan kuantitas pemasaran batik di tengah ekonomi saat ini. Industri batik, lanjut dia, menjadi salah satu penopang perekonomian.

"Harus bisa menghemat bahan baku, kemudian meningkatkan pemasarannya dengan cara yang efisien. Kita ingin batik bisa bertahan dalam keadaan ekonomi yang semakin memprihatinkan ini. Kalau situasi ekonomi masih belum pasti, UKM batik ini bisa menjadi tulang punggung perekonomian," katanya.


Dalam kunjungannya itu, Sandiaga juga berjanji akan mengembangkan batik Paoman, yang merupakan batik khas Indramayu. Jika terpilih, pria yang beken disapa Sandi ini akan mengenakan batik Paoman melalui pertemuan-pertemuan internasional.

"Batik Paoman ini harus dikembangkan lagi agar bisa bersaing dengan batik dari daerah lainnya, seperti Cirebon, Pekalongan, dan lainnya. Kalau batik berkembang, maka perekonomian meningkat dan bisa membuka lapangan kerja baru," kata Sandiaga.

(hns/hns)