Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 11:24 WIB

Ramalan Jokowi soal 'Game of Thrones' yang Selesai Tahun Depan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Nusa Dua - Presiden Joko Widodo (Jokowi) serial bicara soal serial Game of Thrones yang berakhir atau selesai pada tahun depan. Di mana baik negara maju dan kecil sadar bahwa persaingan ekonomi selama ini memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan dunia.

Dalam sambutannya di plenary session IMF-World Bank (WB) 2018 di Nusa Dua, Bali. Jokowi mengibaratkan persaingan negara maju dengan negara berkembang seperti serial Game of Thrones yang akan mendapat julukan sebagai The Iron Thrones.

"Tahun depan kita akan menyaksikan season terakhir dari serial Game of Thrones. Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya, saya yakin ceritanya akan berakhir dengan pesan moral, bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya bagi yang kalah, namun juga yang menang," kata Jokowi di BNDCC, Bali, Jumat (12/10/2018).


Persaingan ekonomi yang terjadi antara negara maju dan negara berkembang melupakan hal penting lainnya yang juga bisa merusak dunia dan isinya, yakni perubahan iklim.

"Ketika kemenangan sudah dirayakan, dan kekalahan sudah diratapi, barulah kemudian kedua-duanya sadar bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama yaitu dunia yang porak poranda," ujar Jokowi.

Ramalan Jokowi soal 'Game of Thrones' yang Selesai Tahun DepanFoto: Rachman Haryanto/detikcom

"Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar, di tengah dunia yang tenggelam," sambung dia.


Dengan fenomena itu, Jokowi menegaskan bahwa saat ini era persaingan bagi negara dengan ekonomi maju dan berkembang pun sudah masuk pada babak terakhir. Pasalnya, jika diteruskan tanpa memikirkan hal lain maka seluruh negara di dunia akan menghadapi situasi yang lebih besar dari sekedar krisis keuangan.

"Kami bergantung pada saudara-saudara semua, para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia, untuk menjaga komitmen kerjasama global, saya sangat berharap saudara-saudara akan berkontribusi dalam mendorong para pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara tepat," kata dia.

"Diperlukan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang mampu menyangga dampak dari perang dagang, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian pasar, Saya harap pertemuan tahunan kali ini berlangsung produktif," ungkap dia.




Tonton juga 'Jokowi Mencicipi Kopi Solidaritas di IMF-World Bank':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed