Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 11:48 WIB

Jokowi Sebut Tak Ada Artinya Ekonomi Besar Jika Dunia Hancur

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto/detikcom Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Nusa Dua - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa negara dengan ekonomi terbesar saat ini sudah tidak ada artinya jika untuk mencapai hal itu membuat dunia hancur.

Hal itu diungkapkan kepada seluruh pejabat negara yang hadir pada pertemuan tahunan IMF-World Bank (WB) di Nusa Dua Hall, Bali, Jumat (12/10/2018).

Jokowi menceritakan, fenomena perang dagang yang sekarang berlangsung dan dilakukan negara maju memberikan dampak ke negara berkembang.

"Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, barulah kemudian kedua-duanya sadar," kata Jokowi.


Kesadaran yang dimaksud, kata Jokowi, mengenai kemenangan maupun kekalahan dalam perang memberikan hasil yang sama, yaitu dunia yang porak poranda.

Pasalnya, dalam panel Antar-Negara Terkait Perubahan Iklim (IPCC), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dengan tegas mengingatkan kembali bahwa waktu sudah sangat mendesak bagi semua negara untuk bertindak dalam skala besar-besaran guna mencegah kehancuran dunia akibat perubahan iklim global yang tidak terkendali.


Lebih lanjut Jokowi mengatakan, perlu segera meningkatkan investasi tahunan secara global sebesar 400% untuk energi terbarukan. Untuk itu, kata Jokowi, semua negara harus bekerja bersama menyelamatkan kehidupan bersama.

"Tidak ada artinya kemenangan, yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar, di tengah dunia yang tenggelam," ujar Jokowi.




Tonton juga 'Jokowi Mencicipi Kopi Solidaritas di IMF-World Bank':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed