Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 18:05 WIB

Mentan Ibaratkan Lahan Rawa 'Raksasa Tidur' yang Jamin Pasokan Pangan

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Foto: kementan Foto: kementan
Jakarta - Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang ke-38, Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan berupaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) akan memaksimalkan pemanfaatan lahan rawa di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut Amran berdasarkan keterangan tertulis, Jumat (12/10/2018) Kalsel memiliki potensi lahan rawa yang cocok dikembangkan untuk lahan pertanian produktif Dia mengatakan Pengembangan lahan rawa yang tengah menjadi tema sentral HPS tahun ini didedikasikan pemerintah sebagai upaya nyata mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di masa akan datang, sesuai dengan tema World Food Day tahun ini yakni 'Our Actions Are Our Future, A Zero Hunger World by 2030 Is Possible.


Amran melanjutkan lahan rawa di Indonesia adalah raksasa tidur yang bisa menjamin ketersediaan pangan di masa depan serta berpotensi mengantar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045

Oleh karena itu, Amran optimistis karena Indonesia memiliki lahan rawa yang sangat luas yakni mencapai 33,4 juta hektare. Sebesar 20,14 juta hektare merupakan lahan rawa pasang surut (LRPS) dan 13,26 juta hektarenya adalah lahan rawa lebak (LRL). Sedangkan 9,53 juta hektare lagi berpotensi sebagai lahan pertanian produktif.

Lebih lanjut kata Amran, pemanfaatan lahan rawa itu yang kemudian diimplementasikan pada HPS tahun ini di atas 4.000 hektare lahan rawa yang tengah digarap menjadi lahan sawah. Bahkan ratusan hektare lahan di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala sudah siap dipanen pada pelaksanaan HPS nanti.


Di lain pihak, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengapresiasi dan menyambut positif program yang diinisiasi Kementan dalam mengoptimalisasikan lahan rawa sebagai salah satu solusi mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Walaupun di tengah peningkatan jumlah penduduk dan lahan pertanian yang semakin menyempit.

"Ini menjawab tantangan ke depan di mana ketahanan pangan harus bisa menjawab pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan menyusutnya luas serta produktivitas lahan pertanian," ujar Sahbirin

Pria yang sering disapa Paman Birin ini mengatakan selain bertujuan menekan potensi kebakaran yang akan menimbulkan masalah asap, pemanfaatan lahan rawa juga bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani hingga mengembalikan kejayaan Kalsel sebagai lumbung padi nasional.

"Biasanya satu tahun hanya satu kali tanam. Begitu kemarau datang, mudah terjadi kebakaran. Asap dimana-mana hingga mengganggu penerbangan. Di HPS kali ini, kita bangunkan raksasa tidur, hingga bisa dua sampai tiga kali tanam dalam setahun," tegasnya.

Dia berharap luas lahan rawa yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dapat terus bertambah. Bahkan dia berani mengatakan akan mengubah lahan rawa di Kalsel menjadi lahan pertanian produktif hingga 10 ribu hektare.

"Yang penting ada niat, kita coba untuk terus meningkatkan kemauan masyarakat. Di situ ada kemauan, pasti akan datang kemampuan," tutupnya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed