Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 20:17 WIB

Jokowi 'Sentil' Konflik Perdagangan Dunia Lewat Game of Thrones

Hendra Kusuma - detikFinance
Presiden Jokowi di ajang IMF-World Bank Bali/Foto: Rachman Haryanto/detikcom Presiden Jokowi di ajang IMF-World Bank Bali/Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Nusa Dua - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa dibilang 'menyentil' konflik perdagangan dunia melalui pidato Game of Thrones pada sesi opening plenary (pembukaan pleno) IMF-World Bank (WB) di Bali.

Di depan ribuan peserta yang berasal dari 189 negara, Jokowi berpidato tentang persaingan negara maju yang berujung pada kehancuran dunia.

Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun mengatakan pidato Jokowi yang mengangkat kisah Game of Thrones memiliki simbol dan makna.

Jokowi, kata Misbakhun, mengajak dunia berefleksi soal konflik kepentingan antar kekuatan besar yang saling mempertahankan arogansi kelompoknya sendiri.

"Sehingga delegasi peserta pertemuan tahunan itu benar-benar terkesima dan terkejut dengan cara Presiden Jokowi menggambarkan konflik perdagangan dunia saat ini, khususnya yang dimotori kekuatan AS dan China," kata Misbakhun di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).


Dalam pidatonya, Misbakhun menuturkan Presiden Jokowi menyampaikan bahwa perang besar justru merusak kekuatan-kekuatan yang bersaing.

Misbakhun menambahkan, Presiden Jokowi melalui pidatonya berhasil mengajak dunia untuk memikirkan kebijakan yang lebih menjawab permasalahan ketidakseimbangan antara negara maju dengan negara berkembang dan konflik peradaban Timur dan Barat. Presiden Jokowi juga mendorong kebersamaan guna mengakhiri segala bentuk ketidakadilan.

"Karena kalau tidak, maka kerusakan akibat yang ditimbulkan oleh ketidakadilan akan menimpa semuanya. Yang utama, semua kubu kebaikan harus menyatu untuk mengalahkan keburukan demi menyelamatkan peradaban dunia," ungkap dia.


Dia bercerita, pada saat menyaksikan langsung pidato Presiden Jokowi merasakan atmosfer luar biasa dari pada delegasi dan peserta dalam menyimak pidato Presiden Jokowi. Menurut Misbakhun, isi pidato Presiden Jokowi mampu menggugah emosi.

"Posisi duduk saya hanya terpisah empat baris kursi dari posisi Presiden Jokowi berpidato. Saya menjadi saksi mata langsung dan menangkap atmosfer di ruang pertemuan, baik emosinya ataupun suasana kebatinannya," ujar Misbakhun. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed