Flare Gas Untuk Pembangkit Listrik
Jumat, 19 Agu 2005 23:12 WIB
Jakarta - Joint Operating Body Pertamina dan Petrochina East Java Ltd (JOB P-PEJ) menyepakati pokok-pokok perjanjian penjualan flare gas (gas buang) sebesar 5-7 juta kaki kubik per hari dengan PLN untuk dialirkan ke PLTG Tuban. Dengan disepakatinya penjualan flare gas ini berdampak menghemat keuangan negara Rp 8,9 miliar dalam sebulan untuk subsidi BBM.Hal tersebut disampaikan Kepala BP Migas, Kardaya Warnika dalam penandatanganan kesepakatan penjualan gas bumi JOB Pertamina Petrocina East Java dengan PLN, di Kantor BP Migas, Jl Gatot Soebroto, Jumat (19/8/2005).Pemanfaatan gas untuk PLTG merupakan momentum yang tepat bagi upaya mengurangi konsumsi BBM yang harganya semakin mahal dengan memperhitungkan harga minyak yang sempat mencapai US$ 67 per barel.BP Migas akan berupaya memanfaatkan flare gas yang terbuang percuma melalui program zero flaring, sebagai upaya pemanfaatan sumber energi alternatif pengganti hidrokarbon.Selain untuk pembangkit, flare gas rencananya juga akan dipergunakan operasional industri pupuk atau keperluan di lapangan minyak dan gas bumi."Saat ini kebutuhan gas di dalam negeri menyerap 43 persen dari seluruh produksi gas Indonesia. Di masa mendatang volume kebutuhan gas akan ditingkatkan menjadi 56 persen," kata Kardaya.Sepanjang periode 2002-2005 ada 57 kontrak yang ditandatangani dengan total volume kontrak penjualan gas sebesar 20.1 TCF dengan nilai jual US$ 59 miliar,sebanyak 11.2 TCF dialokasikan untuk kebutuhan domestik dan sisanya 8.9 TCF untuk ekspor.
(ddn/)











































