"Ada tiga hal yang perlu dilakukan penguatan terhadap SDM Indonesia di era digitalisasi ini yaitu penguatan kompetensi, penguatan dan konsisten terhadap nilai dan budaya bangsa, dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya orientasi program serta kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi harus diubah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai entrepreneur society atau employee competent berbasis teknologi informasi
"Lembaga-lembaga vokasi, harus adaptif terhadap perubahan dunia kerja dengan melakukan perubahan 'lompatan-lompatan' kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini," ungkap Hanif.
Strategi kedua adalah penguatan nilai-nilai yang bersumber dari ajaran agama dan keanekaragaman budaya. Hal tersebut merupakan identitas nasional atau kepribadian bangsa. Nilai tersebut harus menjadi dasar perilaku setiap individu dalam upaya membangun bangsa dan negara.
"Perilaku yang bersumber dari nilai-nilai dan budaya harus tetap dikedepankan, karena jika tidak justru era digital akan membuat kemunduran pada diri manusia yang berbudi luhur," tambah Hanif.
Strategi ketiga adalah menguatkan rasa cinta setiap warga negara kepada bangsa dan negaranya, dengan segala aspek keberagaman di Indonesia.
Sikap kecintaan terhadap Indonesia dapat dicerminkan melalui penggunaan bahasa dan tutur kata. Selain itu juga penggunaan produk dalam negeri, dan lebih menonjolkan kepribadian bangsa Indonesia.
"Saya yakin dengan ketiga hal yang saya sebutkan di atas akan menghantarkan SDM atau tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing (competitiveness) yang kuat dan menghantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat," papar Hanif. (mul/mpr)










































