Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 14 Okt 2018 13:00 WIB

Istri Orang Terkaya Dunia Terkesan Cara RI Buka Peluang Usaha Pakai Teknologi

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Gates Archive Foto: Gates Archive
Jakarta - Istri Pendiri Microsoft, Melinda Gates mengunjungi Indonesia minggu ini sebagai bagian dari tugasnya sebagai Co-Chair dari Komisi Pathways for Prosperity untuk Teknologi dan Pembangunan Inklusif.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku terkesan dengan pemanfaatan teknologi di Indonesia yang berhasil membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru.

Hal tersebut disampaikan Melinda lewat akun instagramnya melindafrenchgates seperti dikutip detikFinance, Minggu (14/10/2018).

"Saya sangat senang mendengar dari para wanita yang saya temui, bagaimana perangkat digital ini membuka peluang baru bagi mereka untuk mendapat tambahan pendapatan dan menumbuhkan bisnis mereka," tulis Melinda dalam akun instagramnya tersebut.


Ia pun sempat menyinggung salah satu perusahaan penyedia teknologi di Indonesia yang berhasil memaksimalkan manfaat teknologi sebagai cara baru menciptakan peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

"Salah satu pengalam terbesar yang saya peroleh dari kunjungan di Indonesia adalah: Mengunjungi startup @gojekindonesia, yang menciptakan apikasi populer bidang transportasi, pembayaran digital dan beragam layanan untuk menjawab kebutuhan penggunanya," sambung dia.

Komisi Pathways for Prosperity juga melakukan pertemuan di Bali, seiring dengan rangkaian pertemuan IMF-World Bank (Bank Dunia) dari tanggal 8 hingga 14 Oktober 2018, untuk membahas kebijakan dan investasi yang diperlukan saat ini dalam memastikan lebih banyak orang di seluruh dunia yang dapat menikmati manfaat inovasi teknologi secara optimal.

Komisi ini diluncurkan pada bulan Januari 2018 oleh Melinda Gates, Co-Chair dari Bill & Melinda Gates Foundation, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, dan Strive Masiyiwa, pendiri dan pimpinan Econet.

Komisi ini mengumpulkan pemimpin dari berbagai latar belakang seperti pemerintah, bisnis, dan akademisi dalam upaya memulai diskusi internasional mengenai cara memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memastikan pembangunan yang inklusif.


Hal ini dilakukan komisi untuk mengumpulkan gagasan guna laporan yang akan dirilisnya pada tahun 2019.

"Fokus komisi ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai peluang baru di negara berkembang untuk menuju kemakmuran dan kesejahteraan," tambah Melinda.

"Pertemuan saya dengan berbagai mitra wanita GO-JEK menjadi studi kasus penting dalam memahami bagaimana digital teknologi mampu meningkatkan pertumbuhan dan inklusi, dengan menghubungkan orang ke pekerjaan dan pendapatan yang lebih stabil," tandas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com