Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Okt 2018 10:43 WIB

Susi Tak Beri Izin, Sudah 6 Bulan RI Tak Ekspor Karang Hias

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Iin Yumiyanti/detikcom Foto: Iin Yumiyanti/detikcom
Jakarta - Aktivitas bisnis pengusaha karang hias atau koral yang tergabung dalam Asosiasi Koral Karang dan Ikan Hias Indonesia (AKKHI) dalam kondisi kurang baik. Mereka tak bisa ekspor berbulan-bulan.

Ketua AKKHI Dirga Adhi Putra Singkarru mengatakan, para pengusaha koral tidak bisa ekspor selama 6 bulan terakhir.

"Sudah 6 bulan, ini bulan keenam," kata dia kepada detikFinance, Selasa (16/10/2018).

Dia menerangkan, para pengusaha tidak bisa ekspor karena Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak mengeluarkan health certificate (HC). HC sendiri merupakan syarat untuk ekspor karang hias.


"Jadi kronologi singkatnya, itu bermula bulan Mei, per tanggal 3-4. Itu ada edaran di Balai Karantina tidak memberikan pelayanan HC sebagai salah satu persyaratan nasional untuk realisasi ekspor," jelasnya.

Pengusaha koral tak tinggal diam. Sejak saat itu, mereka melakukan audiensi hingga ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dari audiensi tersebut ada keputusan agar larangan tersebut dicabut.

"Jadi semenjak 3-4 Mei kita memulai diskusi audiensi rapat sampai RDP di DPR RI per 25 September. Sudah keputusannya kesepakatan untuk mencabut larangan tersebut," ungkapnya.



Namun, keputusan itu hingga saat ini belum berjalan di lapangan. Dia mengatakan, hingga 11 Oktober kemarin pelayanan HC belum bisa diberikan.

"Walaupun sudah dicabut kita uji coba per 11 Oktober melakukan realisasi ekspor tetap tidak diberikan layanannya," tutupnya.




Tonton juga 'Inilah Alasan Kenapa Kapal Maling Ikan Harus Ditenggelamkan!':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed