Follow detikFinance
Jumat, 19 Okt 2018 17:25 WIB

Bila Perang Dagang AS-China Tak Berakhir, 2020 Bisa Krisis

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Nadia Permatasari/Infografis Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, hubungan ekonomi yang membeku antara Kanada dan Eropa, hingga kenaikan suku bunga Federal Reserve telah mengguncang ekonomi global. Diprediksi pada 2020 akan terjadi resesi atau kemerosotan ekonomi dunia atau dengan kata lain, krisis.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Ekuitas AS untuk Lazard Asset Management, Ronald Temple. Dia mengatakan bahwa kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump dapat menyebabkan perlambatan ekonomi yang dalam, terutama karena pertempuran dagang ini bertepatan dengan naiknya suku bunga.

"Resesi dalam waktu dekat tidak dapat dihindari, tetapi risiko pada tahun 2020 telah meningkat secara substansial dalam beberapa bulan terakhir," tuturnya dilansir dari CNN Business, Jumat (19/10/2018).

Sikap keras pemerintahan AS di era Donald Trump sepertinya membuat memanasnya hubungan dagang dengan China akan mencapai jalan buntu dengan waktu yang cukup lama.

"Sulit untuk menemukan bagaimana China dan Amerika Serikat mencapai titik temu bersama dalam perdagangan," tambahnya.

Temple mengatakan bahwa Amerika Serikat memang memiliki keluhan dengan China, terutama ketika menyangkut pencurian kekayaan intelektual.

Amerika Serikat dapat secara efektif menangani Cina dengan bekerja sama dengan Eropa, Kanada, Australia, Jepang dan negara-negara maju lainnya dengan sikap yang terpadu, kata Temple.

"Jika Cina versus semua orang maka Cina harus mencari cara untuk menjadi lebih akomodatif," tambahnya.

Dia mengatakan tercapainya perjanjian perdagangan baru antara AS dengan Meksiko dan Kanada mungkin belum cukup untuk meredakan ketegangan yang disebabkan oleh kenaikan tarif mobil, baja dan aluminium.

Temple bukan satu-satunya yang khawatir tentang dampak potensial dari hubungan perdagangan yang lebih dingin antara China dan Amerika.

Jeffrey Kleintop, kepala strategi investasi global dengan Charles Schwab, juga menyatakan keprihatinan tentang ketidakpastian seputar negosiasi perdagangan.

Katie Nixon, kepala investasi untuk Northern Trust Wealth Management, dalam laporan baru-baru ini mengatakan, dikhawatirkan perang dagang dengan China akan berkembang menjadi lebih masif.

Nixon, mengatakan bahwa kombinasi antara perang dagang dengan China dan kenaikan suku bunga The Fed dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi AS yang sebelumnya sudah cukup mengesankan.

"The Federal Reserve sedang dalam proses melepaskan salah satu eksperimen moneter terbesar dalam sejarah AS," katanya. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed