Follow detikFinance
Sabtu, 20 Okt 2018 11:08 WIB

4 Tahun Jokowi-JK

Ekonomi Stagnan, Kritik pun Datang

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Dalam mengawali masa kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, hal itu juga tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019.

Namun, dalam realisasi pertahunnya, target RPJMN 2015-2019 tak ada yang pernah menyentuh sedikit pun ke level 7%. Bahkan untuk menuju level 6% pun belum sama sekali.

Mimpi pemerintahan kabinet kerja untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 7% berujung pada kritikan. Apalagi, sepanjang empat tahun, tercatat ekonomi stagnan di 5%.

Berdasarkan informasi yang dirangkum detikFinance, Sabtu (20/10/2018), kritikan tersebut keluar dari partai oposisi seperti Partai Gerindra dan PKS. Kritik dilayangkan lantaran Jokowi sempat menjanjikan pertumbuhan ekonomi hingga 7% di akhir pemerintahan.

Anggota Partai Gerindra Ramson Siagian mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun, dia mengatakan, dalam realisasinya pertumbuhan ekonomi masih di angka 5%. Angka ini jauh dari janji Jokowi yang menargetkan ekonomi tumbuh 7% hingga tahun 2019.

"Masih jauh dari janji 7% tersebut capaian yang direalisasikan Jokowi-JK, tahun 2015 sebesar 4,8%, 2016 5,0%, dan 2017 setelah tiga tahun 5,1%. Outlook 2018 hanya 5,2%," kata dia saat menyampaikan pandangan umum RUU APBN 2019 di DPR Jakarta, Selasa (28/8/2018).



Senada, Adang Sudrajat dari PKS juga menyinggung masalah pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan ekonomi pemerintah 5,3% di 2019 atau lebih rendah dari APBN 2018 sebesar 5,4%.

Dia mengatakan, target pemerintah tahun depan menunjukkan pemerintah semakin tidak optimis memenuhi janji-janjinya.

"Jokowi JK gagal mencapai target RPJMN Nawacita. Angka RPJMN adalah janji politik selama masa kampanye. Sesuai RPJMN ditargetkan dapat sampai 7,9%," tutupnya.

Jika dilihat, pemerintahan Jokowi-JK genap empat tahun memimpin di Indonesia pada 20 Oktober 2018. Dari awal memimpin tidak pernah satu kali pun target pertumbuhan ekonomi tercapai.

Pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi selama satu tahun penuh hanya di level 5,02%. Ekonomi nasional pada 2015 juga kembali tidak mampu mencapai target yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 4,88%. Angka ini terbukti menjadi paling rendah sejak enam tahun sebelumnya.

Sedangkan pada 2016, ekonomi nasional ditargetkan sebesar 5,1% kembali tidak mampu direalisasikan pemerintah. Tercatat, pertumbuhan ekonomi di tahun ini hanya berada di level 5,02%.

Selanjutnya, pemerintah juga tidak bisa merealisasikan pertumbuhan ekonomi di level 5,2% pada 2107. Sepanjang tahun lalu, perekonomian nasional hanya berada di level 5,07%. Sedangkan tahun 2018, pemerintah menargetkan sebesar 5,2%, realisasi sampai semester I tahun ini sebesar 5,17%.


(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed