Follow detikFinance
Senin, 22 Okt 2018 11:16 WIB

Kala Sri Mulyani Dibombardir Pertanyaan soal Utang oleh Anak SD

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Menkeu Sri Mulyani mengajar anak SD/Foto: Sylke Febrina-dertikFinance Foto: Menkeu Sri Mulyani mengajar anak SD/Foto: Sylke Febrina-dertikFinance
Jakarta - Persoalan utang Indonesia tak hanya jadi perhatian kalangan orang dewasa. Anak-anak siswa sekolah dasar pun menaruh perhatian pada isu tersebut.

Buktinya, pagi ini siswa-siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kenari 07, Salemba Jakarta Pusat memborbardir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal utang. Biasanya, pertanyaan-pertanyaan ini muncul dari mulut pengamat ekonomi hingga pejabat DPR, namun kini dari siswa kelas 6 SD.

Peristiwa itu terjadi ketika Sri Mulyani jadi guru dadakan di SD tersebut. Bahasan yang diajarkan Sri Mulyani seputar pajak, utang hingga APBN. Tak disangka para siswa-siswi pun tampak antusias.



Beberapa siswa pun melontarkan pertanyaan pada Sri Mulyani soal utang. Siswi bernama Tasya itu heran, kenapa Indonesia yang kaya raya bisa berutang.


"Ibu Indonesia kan kaya, kenapa kita tidak memberikan utang ke negara lain?," tanya Tasya pagi tadi, Senin (22/10/2018).

Senyum tersungging dari wajah Sri Mulyani. Dia kemudian menjelaskan bahwa Indonesia juga bisa memberikan utang melalui instrumen yang disebut surat utang negara SUN).

Dia menjelaskan negara memang membutuhkan pembiayaan dari instrumen lain selain anggaran pendapatan dan belanja negara. Lalu ada juga utang yang ditarik dari warga negaranya sendiri. "Utang ada yang ditarik dari warganya sendiri seperti SBN ritel dan lain-lain," kata Sri Mulyani.


Kemudian siswa lain juga menanyakan bagaimana cara Menteri Keuangan dalam mengelola utang. "Ibu kenapa kita tidak mencetak uang sendiri saja untuk bayar utang?," ujarnya.

Sri Mulyani kembali tersenyum, ia menjelaskan jika mencetak uang bukan cara yang tepat untuk membayar utang. Pasalnya setiap uang yang dicetak harus memperhitungkan berapa banyak kebutuhan uang beredar di Indonesia.

"Kalau kita cetak uang terus, nanti inflasinya tinggi. Harga akan jadi mahal," imbuh dia.




Tonton juga 'Luhut-Sri Mulyani Dilaporkan ke Bawaslu, Airlangga: Berbeda Konteksnya':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed