Sri Mulyani menjelaskan setiap Kementerian memiliki aset yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.
"Kemenhub punya banyak sekali aset. Apakah aset ini bisa memberikan sesuatu hal yang positif," kata Sri Mulyani dalam Reform Leadership Training di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri Mulyani, pemerintah di negara maju sudah mulai memanfaatkan aset negara agar bisa memiliki imbal hasil yang baik. Oleh karenanya, banyak pemerintahan di negara-negara maju cara kerjanya relatif lebih santai.
"Saya selalu bilang kepada Kementerian Keuangan kalau di negara maju karena semua hal bekerja untuk memberikan value yang lebih besar. Salah satunya adalah aset mereka. Mereka bisa senang senang rekreasi tapi yang terus bekerja adalah asetnya menghasilkan return," jelasnya.
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, jika aset tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, maka pemerintah bisa melakukan pekerjaan lain agar bisa berkontribusi bagi negara. Sebab, meskipun dibiarkan namun aset negara tersebut terus menghasilkan keuntungan bagi negara.
Menurut Sri Mulyani, di Kementerian Keuangan dirinya selalu menanyakan mana saja aset yang bisa kembangkan lebih baik lagi dari yang sekarang.
"Saya sekarang sedang meminta DJKN kalo kita punya tanah aset ditanyakan untuk apa. Kalo itu memiliki nilai keekonomian rendah apakah bisa digunakan lebih baik lagi," kata Sri Mulyani.
Sebelumnya diberitakan, Aset negara yang dihitung ulang jumlahnya mencapai 945.460 aset yang tersebar di kementerian dan lembaga serta instansi negara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari total aset yang diperiksa nilainya kembali itu ada peningkatan 272,42% atau Rp 4.190,3 triliun. Dari saat penilaian kembali BMN periode 2007-2010 Rp 1.538,18 triliun menjadi Rp 5.728,49 triliun di 2017-2018.
"Jadi nilainya meningkat Rp 4.190,3 triliun. Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," tuturnya di Gedung BPK pagi tadi. (kil/zlf)











































