Indonesia Laku Keras di World Expo Jepang
Senin, 22 Agu 2005 18:33 WIB
Jakarta - Paviliun Indonesia di arena World Expo 2005 Aichi Jepang masuk kategori "sangat populer" (most popular) di antara ratusan paviliun dari 120 negara peserta Expo. Terlebih lagi saat perayaan HUT Kemerdekaan RI.Demikian penegasan yang disampaikan Taizo Watanabe, Ambassador Commisioner General of 2005 World Exposition Aichi Jepang, saat bertemu dengan Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-60 yang digelar di arena Expo.Watanabe mengungkapkan, kategori sangat populer mengacu pada jumlah pengunjung ke Paviliun Indonesia yang terus meningkat secara signifikan. Dari sekitar 10 ribu orang per hari pada awal-awal Expo dibuka pada awal Maret, jumlah pengunjung kini sudah menembus 25 ribu orang per hari. Pada akhir pekan, jumlahnya bahkan mencapai 30 ribu orang. "Dengan total pengunjung di atas 1 juta orang, Paviliun Indonesia jelas sangat populer," kata Watanabe seperti rilis Humas Paviliun Indonesia yang diterima detikcom di Jakarta, Senin (22/8/2005). Dibandingkan dengan paviliun negara-negara lain, termasuk tuan rumah Jepang yang lebih banyak menampilkan produk-produk unggulan berteknologi tinggi, Watanabe mengakui, Paviliun Indonesia punya daya tarik yang khas. Selain sarat dengan tampilan keanekaragaman hayati dan budaya Nusantara, daya tarik Paviliun Indonesia juga terletak pada atraksi kesenian (musik dan tari) yang digelar tiga kali dalam sehari. "Daya tarik yang sangat khas ini tidak banyak dimiliki oleh paviliun lain," kata Watanabe, yang juga bekas Dubes Jepang di Indonesia dalam siaran persnya yang diterima . Peringatan HUT Kemerdekaan RI di arena Expo 2006 dilukiskan berlangsung meriah. Sepanjang hari pada 17 Agustus lalu, Expo Hall, tempat berlangsungnya peringatan detik-detik proklamasi, dipadati lebih dari 500 undangan. Selain pejabat pemerintahan Aichi-Nagoya, peringatan National Day’s itu juga dihadiri oleh para komisaris jenderal (ketua panitia) paviliun negara-negara peserta warga masyarakat Togo, perwakilan dari JETRO, serta masyarakat dan pelajar Indonesia di Jepang. Mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia, Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja antara lain menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dukungan pemerintah dan masyarakat Jepang terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Expo 2005 Aichi. Keikutsertaan Indonesia tidak sekadar untuk mempromosikan kekayaan sumber daya alam dan budaya Nusantara, tapi sekaligus memperkokoh hubungan kerja sama di antara kedua negara yang sudah terjalin puluhan tahun. "Bagi rakyat Indonesia, Jepang bukan orang lain," katanya.Menurut Watanabe, selain negara-negara Timur Tengah, Indonesia merupakan negara penyuplai energi penting bagi Jepang, sekaligus jalur laut bagi kegiatan ekspor impor yang menentukan hidup dan matinya Jepang. "Indonesia memiliki potensi luar biasa yang diminati kalangan investor," kata Watanabe, seraya menyebut ada 1.000 perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia.
(mar/)











































