Follow detikFinance
Selasa, 23 Okt 2018 18:38 WIB

Prabowo Bilang 99% Rakyat RI Hidup Pas-pasan, Mensos: Asumsi Sendiri

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Faiq Hidayat/detikcom) Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto menyebut ketimpangan ekonomi masih terjadi di Indonesia. Bahkan saat ini, menurut Prabowo, sebanyak 99% masyarakat Indonesia hidup dengan kondisi yang sangat pas-pasan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pernyataan tersebut harus dibuktikan dengan data yang valid.

"Pas-pasan itu kan asumsi dari diri dia sendiri. Kami kelola itu kan dengan basis data terpadu. Kami fokus memperhatikan masyarakat yang hidupnya di bawah atau yang hidup 40% (dari total populasi rakyat Indonesia) yang terendah," jelas dia dalam acara 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018).

Agus menjelaskan, total 40% masyarakat Indonesia yang harus diperhatikan yaitu berjumlah 98,1 juta jiwa. Data ini merupakan hasil survey yang dilakukan Kementerian Sosial yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah di seluruh wilayah di Indonesia.


Ia menjelaskan, 98,1 juta jiwa ini merupakan masyarakat yang diperhatikan pemerintah dengan diberikannya keringanan untuk menggunakan fasilitas LPG gas 3 kilogram dan listrik bersubsidi.

"Ini belum tentu miskin ya, Itu data itu di kami. 40% data soal masyarakat terendah itu datanya ada di kami. 40% dari total penduduk masyarakat Indonesia," kata dia.

Sementara itu, di dalam 40% masyarakat yang masuk kategori diperhatikan pemerintah ia menjelaskan 38%-nya merupakan masyarakat dengan fasilitas penerima bantuan iuran (PBI) dan jaminan kesehatan nasional (JKN) sebanyak 92,4 juta jiwa.

Kemudian 38% masyarakat yang masuk kategori diperhatikan pemerintah dengan fasilitas PBI dan JKN, ia menjelaskan 25%-nya merupakan masyarakat dengan fasilitas bansos pangan dan program Indonesia pintar (PIP). Penerima bantuan tersebut memiliki jumlah total 15,6 juta keluarga.


Selanjutnya Agung menjelaskan lebih rinci, ada pula golongan masyarakat paling bawah yang sangat diperhatikan pemerintah. Turunan dari 25% masyarakat yang masuk kategori diperhatikan pemerintah dengan fasilitas Bansos Pangan dan PIP ia menjelaskan, 18%-nya merupakan masyarakat dengan fasilitas program keluarga harapan (PKH) dengan total penerima bantuan yaitu 10 juta keluarga.

"Itu udah teorinya kenapa penduduk 40% terbawah harus diberi perhatian. Memang di atur 40%. Itu datanya yang dikeola oleh kementerian sosial. Sehingga program dari kementerian-kementerian lain yang membutuhkan data agar penerima manfaat dan program, bisa tepat sasaran, nah ini kami yang data," jelas dia.

Ketika ditanya mengenai berapa masyarakat Indonesia yang hidup dalam kategori pas-pasan, Agung menjelaskan data Kemensos berjumlah 98,1 juta jiwa yaitu 40% dari total populasi masyarakat Indonesia.

"Jadi kalau ada yang bilang ada anggapan 99% masyarakat Indonesia itu asumsi sendiri. Itu harus ditanyakan, dari mana data itu. Ada survey siapa yang bikin. (Jadi yang masuk katagori pas-asan) yang 40 , tapi dia belum tentu miskin. Jumlah 40% ini adalah masyarakat Indonesia yang status ekonominya terendah. 40%. Ini masyarakat yang kita kelola," jelas dia.


Sebagai informasi Capres Prabowo Subianto menyebut ketimpangan ekonomi masih terjadi di Indonesia. Bahkan saat ini, menurut Prabowo, sebanyak 99% masyarakat Indonesia hidup sangat pas-pasan.

Ia mengatakan, hasil tersebut adalah data fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga-lembaga internasional. Ia juga mengatakan yang nikmati kekayaan Indonesia kurang dari 1%. Kemudian jumlah sisanya yaitu 99% mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan sangat sulit. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed