Follow detikFinance
Selasa, 23 Okt 2018 20:28 WIB

4 Tahun Jokowi-JK

Dana Bantuan Masyarakat Paling Miskin Naik Rp 13 T dalam 4 tahun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: Lamhot Aritonang Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bantuan sosial (Bansos) bersyarat atau program keluarga harapan (PKH) untuk bantuan masyarakat kategori paling miskin dalam empat tahun terakhir naik Rp 13,8 triliun.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, dari total populasi Indonesia ada 98,1 juta jiwa yang menjadi perhatian pemerintah atau sekitar 40% dari total populasi masyarakat Indonesia dengan perekonomian yang dikategorikan sulit.

Namun, dari angka tersebut hanya 18% atau berjumlah 10 juta keluarga yang dikategorikan paling miskin. Para keluarga miskin ini merupakan penerima bantuan PKH yang setiap tahun jumlah anggarannya semakin tinggi.


Dari hasil paparan yang diberikan Agung, dalam kinerja Kemensos selama empat tahun di pemerintahan Presiden Jokowi-JK.

Program bansos bersyarat terus mengalami kenaikan. Dari semula Rp 5,6 triliun di 2014, menjadi Rp 19,4 triliun di 2018. Artinya, ada kenaikan Rp 13,8 triliun dari 2018.

Program bansos bersyarat di tahun 2014 dianggarkan Rp 5,6 triliun dengan jumlah penerima yaitu 2,9 juta jiwa masyarakat miskin.

Kemudian di tahun 2015 anggaran bansos bersyarat dari pemerintah cair Rp 6,5 triliun, dengan total penerima 3,5 juta jiwa. Agung melanjutkan pembahasan ke realisasi penganggaran bansos bersyarat di tahun 2016 dengan total anggaran Rp 7,8 triliun dengan total penerima manfaat yang mencapai 5,9 juta jiwa.

Dari realisasi penerimaan bansos bersyarat, masyarakat yang dikategorikan paling miskin semakin bertambah di setiap tahun. Seperti di tahun 2017 Agus menjelaskan, ada 6,2 juta jiwa masyarakat miskin yang menerima manfaat ini. Pemerintah kemudian menganggarkan dana bantuan sebesar Rp 11,3 triliun.

"Kemudian di tahun ini pemerintah akan menyalurkan dana Rp 19,4 triliun dengan total penerima manfaat sekitar 10 juta jiwa atau 18% dari masyarakat yang diperhatikan pemerintah," kata dia dalam acara 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018).


Sementara itu lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya juga sudah mempersiapkan rumusan anggaran yang akan diajukan untuk bansos bersyarat.

Seperti di tahun 2019, Kemensos sudah memprediksi kebutuhan dari penyaluran dana bansos bertambah menjadi Rp 34,4 triliun dengan jumlah penerima manfaat yang sama, yaitu sebanyak 10 juta jiwa masyarakat dengan kategori paling miskin. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed