Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Okt 2018 14:44 WIB

Perluas Pasar Ekspor, RI Pasok Tekstil hingga Kertas ke Afrika

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai Indonesia perlu memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrika dan pasar non tradisional lainnya. Ada beberapa produk unggulan yang dinilai potensial.

Thomas mengatakan ada beberapa produk unggulan Indonesia yaitu minyak kelapa sawit, produk tekstil, hingga kertas. Menurut Thomas, Indonesia perlu mulai fokus ekspor minyak kelapa sawit ke pasar-pasar ekspor non tradisional, salah satunya Afrika, terlebih saat ini sedang kesulitan ekspor minyak kelapa sawit ke Eropa.

"Terus terang kita mulai banyak mengalami serangan balik, sangking gencarnya ekspor sawit kita. Kita sekarang banyak dikenakan denda atau retaliasi. Jadi salah satu cara mengobati itu adalah dengan investasi ke sana (pasar ekspor non tradisional)," kata Thomas di Kantor Pusat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Jakarta, Senin (29/10/2018).

"Kemudian tekstil salah satu keunggulan kita," lanjut Lembong.

Selain itu kertas dan bubur kertas juga merupakan produk andalan ekspor Indonesia. Di tengah perkembangan e-commerce, Indonesia mendapatkan peluang untuk mengekspor barang tersebut.


Menurut Thomas berkembangnya e-commerce membuat kebutuhan terhadap kertas meningkat, pasalnya bahan kertas diperlukan untuk mengemas produk produk e-commerce. Dia mengatakan produk-produk unggulan tersebut bisa jadi andalan untuk diekspor ke pasar-pasar non tradisional.

"Itu kebetulan salah satu keunggulan kita. Jadi itu contoh-contoh produk yang kita bisa dukung untuk memperluas ekspornya terutama ke pasar pasar yang non tradisional," tambahnya.

Seperti diketahui, untuk mencapai hal tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melakukan kerja sama untuk mendorong ekspor dan investasi oleh Indonesia.

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly menambahkan negara-negara yang ada di kawasan Afrika memiliki prospek yang bagus.

"Pasar non tradisional juga pasar yang cukup prospektif, Afrika sekarang punya 1,3 miliar penduduk, populasi cukup besar, 600 juta itu middle class. Pertumbuhan mereka di atas 6% rata rata," katanya.




Tonton juga 'Belajar Berbagai Motif Batik di Museum Tekstil':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com