MoU Pertukaran Data Tiga Departemen Diperbarui

MoU Pertukaran Data Tiga Departemen Diperbarui

- detikFinance
Rabu, 24 Agu 2005 12:37 WIB
Jakarta - Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan dan Departemen Perindustrian kembali memperbarui nota kesepahaman (MoU) pertukaran dokumen atau data secara elektronik. Pembaruan MoU ini dalam rangka memperbaiki kualitas kebijakan dengan jalan meningkatkan akurasi data.Nota kesepahaman tiga departemen ini dilakukan di Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2005) antara Menkeu Jusuf Anwar, Mendag Mari Elka Pangestu dan Menperin Andung A Nitimihardja.Menkeu Jusuf Anwar saat penandatanganan MoU menegaskan, dalam rangka menciptakan kemudahan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan dunia usaha, pengamanan dokumen dan kelancaran arus barang dan jasa, maka perlu diwujudkan suatu sistem informasi data di bidang perdagangan, perpajakan, kepabeanan dan industri secara terpadu, efektif dan efisien melalui online.Ada pun ruang lingkup dokumen atau data yang dipertukarkan secara elektronik adalah, data ekspor-impor, data perizinan, data regulasi, data perpajakan dan data industri.Pada salah satu pasal MoU, tiga departemen ini sepakat akan membentuk tim pertukaran data yang bertugas merumuskan sistem dan prosedur pertukaran dokumen atau data secara elektronik. "MoU kali ini merupakan pembaruan dari kesepahaman yang lalu," kata Mendag Mari Elka Pangestu.Perbaikan data ekspor secara online, menurut dia, akan lebih akurat, sehingga memperlihatkan trend ekspor yang lebih baik sebagai dasar perumusan kebijakan ekspor-impor.Ditambahkan Menperin Andung A Nitimihardja, dengan sinkronisasi data ini, terutama secara elektronik maka keanehan data akan langsung ketahuan.Di tempat yang sama, Dirjen Pajak Hadi Poernomo mengatakan, pertukaran data ini akan memberikan dampak pada kenaikan penerimaan pajak, karena bank data pajak lebih link and match. Bank data pajak akan mencakup aset daerah, pribadi, swasta dan nasional. Pertukaran data ini juga akan mendukung program single identification number (SIN) yang lebih sempurna.Pada kesempatan itu dipaparkan beberapa data indikator kinerja industri dan ekspor-impor selama semester I-2005. Pertumbuhan industri pada triwulan II-2005 mencapai 8 persen atau jauh lebih tinggi bila dibandingkan yang dicapai sektor ekonomi yang hanya tumbuh 5,54 persen. Angka pertumbuhan industri yang dicapai pada triwulan II ini lebih tinggi dibandingkan sasaran tahun 2005 sekitar 6,8 persen.Pertumbuhan sektor industri tertinggi dicapai oleh industri pupuk, kimia dan barang dari karet sebesar 13,88 persen. Selanjutnya industri alat angkut mesin dan peralatannya sebesar 12,92 persen, industri logam dan barang galian nonlogam sekitar 10,76 persen. Industri makanan, minuman dan sembako tumbuh 5,33 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2005 yang sebesar 4,69 persen.Ekspor nonmigas periode semester I-2005 mencapai US$ 31,76 miliar atau meningkat 30,15 persen dibandingkan periode semester I-2004. Ekspor sektor industri pada semester I-2005 mencapai US$ 26,8 miliar yang telah memberikan kontribusi 65,8 persen dari total ekspor Indonesia.Sampai akhir semester I-2005, Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 4,8 miliar atau 15 persen, disusul AS dengan nilai US$ 4,6 miliar atau 14,4 persen, Singapura US$ 3,6 miliar atau 11,2 persen. Sedangkan Uni Eropa (25 negara) mencapai US$ 4,9 miliaer atau 15,3 persen. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads