Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 31 Okt 2018 14:28 WIB

Rini Pamer Kinerja Ekspor BUMN Farmasi dan Pertahanan

Dony Indra Ramadhan - detikFinance
Foto: Dony Indra Ramadhan Foto: Dony Indra Ramadhan
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong BUMN meningkatkan industrinya. Hal tersebut guna menekan impor barang dari luar negeri sekaligus membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

Dorongan itu disampaikan Rini saat menghadiri launching produk PT LEN Industri (Persero) sekaligus bertatap muka dengan sejumlah direksi BUMN di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (31/10/2018). Dalam kesempatan itu, hadir beberapa direksi dari PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero) hingga PT Biofarma (Persero).

"Kalau kita meningkatkan industri dan kemampuan industri, penyerapan tenaga kerja di Indonesia akan makin banyak, itulah tujuan utamanya," ucap Rini.

Selain memfasilitasi kebutuhan dalam negeri, kata Rini, pengembangan industri juga diharapkan mampu nilai ekspor. Rini mengatakan selama ini beberapa perusahaan BUMN sudah mampu melakukan ekspor.


Biofarma misalnya, telah mengekspor vaksin ke empat negara, Dahana mengekspor ke Australia dan Pindad ke Thailand.

"Tapi kalau dilihat jumlah pegawai yang terserap untuk Pindad, Dahana dan Biofarma memproduksi 5,2 juta itu menyerap tenaga 3.500 orang. Sedangkan batu bara 200 orang. Inilah bagaimana pentingnya saya bilang meningkatkan kemampuan industri, kita harus mendorong industri," katanya.

Rini Pamer Kinerja Ekspor BUMN Farmasi dan PertahananFoto: Dony Indra Ramadhan

Dalam kunjungannya ke PT Len Industri (Persero), Rini sempat mengunjungi beberapa produk teranyar buatan Len. Salah satunya produk penyelamat yang secara khusus dia beri nama 'Lentera'.

Dari bentuknya, produk ini seperti kontainer. Namun, isinya sangat berguna bagi masyarakat banyak terlebih dapat digunakan untuk di lokasi bencana.

Lentera memang didesain khusus untuk kebutuhan di lokasi bencana. Mengandalkan energi matahari, Lentera dapat menghasilkan energi listrik dalam kondisi darurat dengan tenaga berkapasitas 5 kilowatt (KW).

Lentera juga dapat memenuhi kebutuhan dasar misalnya air, listrik, internet hingga obat-obatan dengan perlengkapan pompa air, lampu penerangan LED, mobile satellite internet hingga P3K. Selain itu alat tambahan berupa tenda, handy talkie, sleeping bag, perlengkapan sanitasi, selimut emergency, toolbox dan lainnya.

"Len yang didukung sebagian besar engineer muda menjadi harapan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional untuk melahirkan produk-produk nasional berkualitas karya anak bangsa yang mampu bersaing di dunia internasional," tutur Rini.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan produk-produk BUMN sangat berguna bagi masyarakat khususnya di Jabar. Dia mencontohkan sebuah produk buatan PT Pindad (Persero) berupa mesin pengambil sampah di sungai.

Awalnya, kata pria yang akrab disapa Emil itu, dia melihat produk mesin pengambil sampah buatan Australia. Dia tertarik membeli untuk kebutuhan mengambil sampah di Sungai Citarum.

"Tadinya mau beli ke sana, tapi saya coba dulu ke Pindad, ternyata dalam waktu dua bukan prototipe sudah selesai dan akan menjadi contoh mesin pengambil sampah di seluruh sungai. Nah ini pentingnya kita komunikasi dan akhirnya terjadi kemajuan peradaban," kata Emil.

Emil juga mengaku tertarik dengan Lentera buatan Len. Produk tersebut dapat memudahkan petugas di lokasi bencana. Dia juga siap menawarkan produk-produk unggulan perusahaan BUMN ke luar negeri.

"Belum (pesan), tapi tertarik di mana ada kebutuhan gini ya kita jangan beli produk dengan muatan dolar besar, tapi yang sedikit. Nah hari ini proses terjadinya info-info tadi. Nanti ke luar negeri bekali saya brosur nanti jadi bantu marketingnya supaya ada hubungan," kata dia.




Tonton juga 'Menteri BUMN Blusukan ke Pabrik Kereta di Madiun':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed