Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Nov 2018 11:23 WIB

Gempa dan Tsunami Palu Dorong Inflasi Oktober

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2018 terjadi inflasi 0,28%. Salah satu faktor pendorong inflasi adalah bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

"Di Palu terjadi kenaikan harga untuk harga makanan, jadi nasi dengan lauk pauk sumbangannya 0,49%. Tiket angkutan udara ke Palu, beberapa harga ikan dan semen," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Ia mengatakan harga bahan makanan di Palu menyumbang inflasi, tapi tidak terlalu besar. Apalagi setelah banyaknya bantuan yang datang dari pemerintah.


"Bulan depan inflasi di Palu diharapkan bisa kembali normal. Inflasi di Palu karena musibah dan bencana alam. Kita harap kehidupan di sana kembali normal," ujarnya.

Dengan inflasi 0,28% ini maka inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2,22% dan inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) itu sebesar 3,16%.

"Kalau dilihat yoy-nya inflasi 3,16% ini lebih kecil jika dibandingkan dengan posisi Oktober 2017 dan 2016. Dengan angka 3,16% ini inflasi terkendali, masih ada 2 bulan lagi kita harap harga pangan dan harga lain stabil sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai," katanya.

(ang/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed