Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Nov 2018 11:36 WIB

Bicara IPTEK, Jokowi Cerita soal Alibaba, Facebook hingga Uber

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Tangerang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan cerita terkait dengan perkembangan dunia yang menunjukkan hal yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin.

Cerita itu diungkapkan saat membuka sekaligus meresmikan Indonesia Science Expo (ISE) ke-3 di ICE BSD, Banten, Kamis (1/11/2018).

"Dalam kehidupan sekarang ini, kehidupan global berubah sangat cepat, banyak sekali kejutan yang kita saksikan dalam keseharian kita, baik di negara kita maupun di dunia," kata Jokowi.

Dia mengatakan, tidak ada yang menyangka bahwa negara kecil seperti Belanda menjadi pengekspor pangan terbesar kedua di dunia. Selain itu, tidak ada yang menyangka pula bahwa media sosial menjadi pemberi informasi yang cepat kepada masyarakat.

"Media terpopuler di dunia ini tidak memiliki redaktur, tidak memiliki wartawan, nanya Facebook," jelas Jokowi.



Perubahan yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin, kata Jokowi adalah perusahaan jasa transportasi terbesar di dunia tapi tidak memiliki kendaraan sama sekali, seperti Uber. Begitu juga Alibaba menjadi perusahaan ritel dengan omzet paling besar di dunia tapi tidak memiliki toko.

Dan selanjutnya, kata Jokowi, adalah perusahaan AirBnB yang sama sekali tidak memiliki aset properti namun menjadi perusahaan akomodasi penginapan besar di dunia.

"Semua keterbatasan tidak menjadi relevan, semua ketidakmungkinan bisa diterobos, oleh yang namanya ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi," ujarnya.

"Sekarang yang terjadi terobosan itu menjadi mungkin, saya ulang oleh namanya ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi," tambah dia.

Oleh karena itu, Jokowi menitipkan pesan kepada seluruh peneliti di Indonesia untuk menciptakan riset yang membuat suatu kesulitan menjadi mudah. Hal itu berlaku untuk apapun.

"Kehadiran saya ingin menyaksikan karya besar dari yang tidak mungkin, menjadi kenyataan, sekarang ini banyak menghabiskan energi di persulit, mestinya membuat kesulitan menjadi kemudahan, ini yang akan membawa negara kita Indonesia maju," ujar dia.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed