Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Nov 2018 15:26 WIB

Aturan Penerbangan Murah Dikaji Ulang, Menhub Soroti Harga Tiket

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Menteri Perhubungabn Budi Karya Sumadi (Foto: Grandyos Zafna) Menteri Perhubungabn Budi Karya Sumadi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji ulang mengenai aturan penerbangan murah, terutama mengenai standar harga batas bawah mengenai harga tiket pesawat.

"Selain adanya case ini kami akan tinjau lagi tarif batas bawah," papar dia di Gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (1/11/2018)

Ia menjelaskan, sudah hal biasa jika tarif dari tikrt pesawat akan mengalami kenaikan. Hal tersebut berkaitan mengenai harga bahan bakar pesawat yaitu avtur masih diimpor dan harganya kerap naik. Selain itu Budi menjelaskan, dampak dari Dolar Amerika Serikat (AS) yang kerap kali naik turun juga berpengaruh pada tarif tiket pesawat, hal ini mengharuskan tarif batas bawah mengakomodasi fluktuasi harga tersebut.

"Saya pikir menjadi hal lumrah dan dimana-mana. Tarif ini memang dengan adanya dolar yang naik, avtur naik itu memang sangat sensitif," kata dia.


Langkah ini dilakukan setelah adanya indikasi berbasis LCC (Low Cost Carrier) membuat maskapai lengah untuk memeriksa keamanan dan keselamatan pesawat.

"Mungkin saya akan evaluasi terutama berkaitan tarif batas bawah. Untuk diketahui kalau di evakuasi dampaknya ke semua konsumen. Makanya kita hati-hati sekali. Makanya kenakalan 5% itu diharapkan bisa mengcover dolar dan avtur," jelas dia.

Kebijakan dari pengkajian ulang soal tarif merupakan buntut dari indikasi adanya human eror dan juga kesalahan pada mesin pesawat pada kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Boeing 737 MAX 8 rute Jakarta-Pangkalpinang.


Setelah diberitakan mengalami lost kontak dan ditemukan Jatuh di Tanjung Karawang. Dalam kejadian ini Pesawat Lion Air JT 610 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menju Pangkalpinang, jumlah korban penumpang dan kru pesawat Lion Air sebanyak 189 orang, yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed