IMF: RI Perlu Hapus Subsidi BBM

IMF: RI Perlu Hapus Subsidi BBM

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2005 11:35 WIB
Jakarta - Meski kondisi fundamental perekonomian Indonesia cukup kuat, Dana Moneter Internasional (IMF) tetap menyarankan Indonesia menghapus subsidi BBM, sekaligus mengendalikan inflasi.Saran IMF ini dilontarkan oleh Managing Director IMF Rodrigo de Rato saat melakukan teleconference dari Washington dengan para jurnalis Asia, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (25/8/2005)."Saya kira, negara itu (Indonesia, red) memiliki masalah yang sangat jelas," kata Rato. Apalagi, lanjutnya, saat ini kondisi nilai tukar rupiah juga semakin jatuh ke posisi Rp 10.370-an per dolar AS atau posisi terendah sejak Februari 2002 lalu. Pelemahan ini sebagai imbas dari makin melambungnya harga minyak dunia yang akan sangat memukul perekonomian Indonesia. "Masalah yang pertama adalah tekanan inflasi. Jika ada kebijakan yang bisa menekan laju inflasi, baik melalui kebijakan moneter maupun fiskal, maka akan kembali mengangkat kredibilitas negara itu," imbuhnya.Pemerintah Indonesia harus mulai membuka realita bahwa subsidi BBM bukanlah kebijakan yang bisa diteruskan."Tidak hanya Indonesia, tapi hampir semua negara. Subsidi BBM itu tidak akan efisiensi untuk sebuah kebijakan sosial. Saya tahu, ini adalah kebijakan politis yang tidak populer, tapi itu adalah kebijakan yang tidak efisien," kata mantan menteri keuangan Spanyol tersebut.Bank Indonesia sebelumnya sudah memberikan arahan akan menaikkan suku bunganya untuk menahan laju pelemahan rupiah dan menurunkan tekanan inflasi seiring kenaikan harga minyak dunia agar bisa menjaga laju pertumbuhan ekonomi."Tidak perlu ada pertanyaan lagi bahwa suku bunga mesti dinaikkan untuk menjaga nilai tukar," imbuhnya.Menurutnya, kenaikan tingkat suku bunga akan mengurangi jumlah likuiditas di pasar dan mengurangi ekspektasi inflasi. Dikatakan Rato, kenaikan suku bunga akan berdampak positif pada nilai tukar dan juga perekonomian.Meski Indonesia mengalami tekanan mata uang, Rato tetap memuji Indonesia sebagai negara yang fundamental ekonominya cukup baik."Saya ingin mengatakan kembali bahwa perekonomian Indonesia dalam posisi yang baik dan ada potensi terus menguat pertumbuhannya. Akan tetapi ada masalah yang menyangkut inflasi dan itulah yang harus ditangkis," jelas Rato berapi-api. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads