Modifikasi Sumber Energi, PLN Butuh Dana Rp 567,5 Miliar
Kamis, 25 Agu 2005 12:45 WIB
Jakarta -
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengubah sumber energi pembangkit listriknya dari BBM menjadi gas. Biaya yang dibutuhkan untuk modifikasi sumber energi ini mencapai Rp 567,5 miliar.Hal ini diungkapkan Direktur Utama PLN Eddie Widiono saat rapat dengan Komisi VII DPR RI di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Eddie mengungkapkan rencana mengubah sumber energi bagi pembangkitnya ini, karena banyak sekali pembangkit listrik milik PLN yang semestinya menggunakan gas, saat ini masih menggunakan BBM. Kendati demikian sebenarnya pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) sudah didesain menggunakan dual firing, yakni bisa menggunakan bahan bakar gas maupun minyak diesel.Upaya PLN mengubah bahan bakar minyak dengan gas ini dilakukan mengingat makin melonjaknya harga minyak dunia serta dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. Disamping itu, dengan menggunakan bahan bakar gas biaya bahan bakar akan menjadi lebih murah dan ekonomis.Saat ini tercatat ada 18 PLTG yang seharusnya menggunakan gas, tetapi masih menggunakan BBM. Semua PLTG itu berada di Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. PLTG-PLTG itu yang menggunakan gas itu sedikitnya membutuhkan BBM 6,9 juta kiloliter per tahun.Eddie Widiono juga mengungkapkan, dengan menggunakan bahan bakar minyak pada PLTG, maka akan terjadi penurunan kemampuan energi listrik yang dihasilkan hampir 10 persen. Selain itu biaya operasi serta pemeliharannya meningkat."PLTGU Grati, PLTGU Tambak Lorok dan PLTGU Muara Tawar biaya operasi dan pemeliharaannya terus meningkat karena menggunakan BBM," ujarnya.Ditambahkannya, dari segi usia sebenarnya sudah banyak pembangkit yang seharusnya dilakukan perbaikan secara keseluruhan, misalnya PLTU Suralaya, PLTD Pesanggrahan, PLTP Kamojang dan PLTU Muara Karang yang usianya sudah melebihi 15 tahun. Sedangkan pembangkit di luar Jawa-Bali, sebagian besar masih didominasi oleh pembangkit tenaga diesel yang jumlahnya mencapai 2.441 megawatt dari total pembangkit 5.702 megawatt atau hampir 50 persennya. Pembangkit listrik tenaga diesel ini melayani daerah terisolasi atau untuk memikul beban puncak.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































