Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 06 Nov 2018 15:18 WIB

Mentan: Perusahaan Besar Serap Jagung, Peternak Kecil Teriak

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Menteri Pertanian Amran Sulaiman/Foto: Dok Kementan Menteri Pertanian Amran Sulaiman/Foto: Dok Kementan
Jakarta - Pemerintah akan mengimpor 100.000 ton jagung untuk kebutuhan pakan ternak. Nantinya, jagung impor dipasok ke peternak-peternak kecil menengah untuk pakan ayam.

Kebijakan impor tersebut merupakan rekomendasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Merespons hal ini, Amran mengatakan impor harus dilakukan karena perusahaan besar tak lagi mengimpor gandum, sehingga mereka menyerap jagung lokal.

Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebelumnya mereka mengimpor gandum untuk campuran pakan ternak.


"Ada anomali karena kenapa? Perusahaan-perusahaan besar menyerap jagung karena tidak mengimpor gandum untuk pakan yang biasa dicampurkan. Akhirnya peternak kecil berteriak," kata dia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Kebijakan impor ini sempat jadi perbincangan hangat di publik karena menurut data Kementerian Pertanian produksi jagung nasional surplus alias kelebihan pasokan. Bahkan, Indonesia telah mengekspor jagung ke Filipina dan Malaysia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro menjelaskan Indonesia telah ekspor 380.000 ton. Data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, produksi jagung dalam 5 tahun terakhir meningkat 12,49% per tahun.


Artinya periode 2018 produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta pipilan kering (PK). Sementara itu untuk luas panen per tahun naik 11,06% dan produktivitas rata-rata meningkat 1,42% (data BPS).

Kemudian, ketersediaan produksi jagung pada November sebanyak 1,51 juta ton dengan luas panen 282.381 hektare. Bulan Desember 1,53 juta ton, dengan luas panen 285.993 hektare, tersebar di sentra produksi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontolo, Lampung, dan provinsi lainnya.


Sementara dari sisi kebutuhan, berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, kebutuhan jagung tahun ini diperkirakan sebesar 15, 5 juta ton PK, terdiri dari: pakan ternak sebesar 7,76 juta ton PK, peternak mandiri 2,52 juta ton PK, untuk benih 120.000 ton PK, dan industri pangan 4,76juta ton PK.

"Artinya Indonesia masih surplus sebesar 12,98 juta ton PK, dan bahkan Indonesia telah ekspor jagung ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton," kata Syukur dalam konferensi pers di Gedung Kementan, Jakarta, Sabtu (3/11/2018).



Tonton juga 'Blak blakan Mentan: Perang Lawan Mafia Impor':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed