CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Nov 2018 17:52 WIB

Alasan Perusahaan Pakan Ternak Tak Impor Gandum

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
FOKUS BERITA Kisruh Impor Jagung
Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku telah memberikan izin impor gandum sebanyak 200 ribu ton untuk perusahaan pakan. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi impor gandum. Kenapa?

Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan pada dasarnya izin impor gandum tersebut dikeluarkan oleh Amran setelah pihaknya menggelar rapat soal ketersediaan jagung. Padahal yang dibutuhkan saat itu ialah jagung, bukan gandum.

"Kita sudah usulkan tiga bulan yang lalu, kita warning ini lho jagung agak berkurang. Oleh karena itu butuh solusi dan baru sebulan yang lalu memberikan lampu hijau ada impor gandum," kata dia saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/11/2018).

Lebih lanjut, ia juga mengaku kurang puas terhadap keputusan impor gandum tersebut karena dinilai sia-sia. Sebab pada akhirnya pemerintah juga membuka keran impor jagung sebanyak 100 ribu ton.

Tak hanya itu, dia juga menyayangkan karena pemerintah cukup telat untuk membuka keran impor jagung. Sebab, dibukanya impor jagung saat ini dinilai hanya merugikan petani karena waktu kedatangannya diperkirakan baru pada bulan Januari atau mendekati bulan panen jagung.


"Kan ini ketidakpastian tinggi juga karena nggak gampang akhir tahun itu paling sampai baru Januari sedangkan Februari kita sudah panen, kasihan kan petaninya" ungkap dia.

Pria yang akrab disapa Dirman ini juga menjelaskan izin impor gandum yang tak digunakan karena mahalnya harga gandum dibandingkan jagung. Adapun, harga jagung impor hanya dibanderol Rp 3.800 per kilogram (kg) sedangkan gandum mencapai Rp 4.500 per kg.

"Harganya juga mahal karena dolar ya Kalau jagung kan lebih murah, gandum itu Rp 4.500 per kg kalau jagung cuma Rp 3.800 per kg," pungkas dia.

Sebagai informasi, Amran sendiri mengaku melonjaknya harga jagung hingga di kisaran Rp 5.500 hingga Rp 5.600 per kg dikarenakan perusahaan besar memborong dan menimbun di gudang miliknya lantaran tidak melakukan impor gandum.


Sudirman juga menyatakan bahwa peternak tidak mau menggunakan gandum sebagai campuran bahan baku pakan ternak. Menurut mereka, kualitas jagung lebih baik dibandingkan gandum.

Dia menjelaskan, bahan baku pakan ternak terbaik ialah menggunakan jagung dan bukan gandum. Sebab, gandum akan menghasilkan warna daging ayam yang lebih pucat dibanding jagung.

"Pakan ternak itu pakai jagung saja yang bagus. Kalau pakai gandum itu warnanya pucat dan perlu ada tambahan zat lagi kan kalau pakai gandum. Sedangkan jagung itu nggak perlu tambahan," kata dia.
(fdl/fdl)
FOKUS BERITA Kisruh Impor Jagung
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed