Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Nov 2018 19:01 WIB

Tarif Cukai Rokok Batal Naik, Ini Dampaknya ke Petani Tembakau

Zulfi Suhendra - detikFinance
Ilustrasi Pita Rokok/Foto: Ari Saputra Ilustrasi Pita Rokok/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Tarif cukai rokok tahun depan tak jadi naik. Pemerintah juga memutuskan menunda penerapan kebijakan penyederanaan tarif cukai rokok. Petani tembakau pun semringah.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji mengaku bersyukur dan berterima kasih pada pemerintah karena tak jadi menaikkan tarif cukai. Sebelumnya, petani menolak kenaikan dan penyederhanaan tarif cukai karena dinilai mengancam industri.

"Kalangan petani tembakau menyampaikan rasa terima kasih kepada pak Jokowi yang masih memperhatikan sektor pertembakauan sebagai salah satu aset strategis nasional," kata Agus Parmuji di Jakarta, Rabu (07/11/2018).

Agus mengatakan, sebelumnya penolakan atas rencana kebijakan tersebut sudah sering disuarakan. Kalangan petani, katanya, sudah melayangkan surat ke sejumlah menteri seperti Menteri Sekretaris kabinet, Menteri Pertanian dan pemerintah-pemerintah daerah di sentra penghasil tembakau.


Isi surat tersebut intinya, menghimbau bapak Presiden dan Ibu Menteri Keuangan tidak menaikkan tarif cukai tahun 2019 dan menunda aturan simplifikasi taruf cukai yang tertuang dalam PMK 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

"Alhamdulillah masukan kami direspon sangat baik oleh presiden Jokowi sehingga tidak ada kenaikan cukai tembakau tahun 2019. Semoga dengan tidak naiknya cukai tembakau di tahun 2019 akan sangat berdampak terhadap penyerapan bahan baku nasional," ujarnya.

APTI meminta pemerintah untuk menganjurkan ke semua industri tembakau baik nasional maupun multinasional yang sudah memasarkan produknya di Indonesia agar semua bisa berkompetisi untuk membeli tembakau nasional di musim panen.


"Keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertembakauan akan berdampak terhadap keberlangsungan dan kemakmuran rakyat tembakau, karena ketika rakyat petani makmur negara tidak mungkin akan hancur," pungkasnya. * (zlf/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com