Fiskal dan Sisi Moneter Indonesia Tidak Perlu Dikhawatirkan.

Fiskal dan Sisi Moneter Indonesia Tidak Perlu Dikhawatirkan.

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2005 22:55 WIB
Jakarta - Melemahnya rupiah terhadap dollar serta tingginya harga minyak mentah dunia, memang mempengerahi keuangan negara. Namun, hal tersebut masih dapat diatasi.Demikian disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie atau Ical usai temu wicara dengen pelaku pasar modal di Bursa Efek Jakarta, Jakarta, Kamis (25/8/2005)Hingga kini, keadaan transaksi Indonesia pada tahun 2005 akan surplus sebesar US$ 2,7 miliar dan neraca modal juga akan surplus US$ 2,1 miliar. Artinya, dari sisi down payment tidak ada suatu kekhawatiran. Dikatakan Ical, pada semester dua tahun 2005, pencairan anggara belanja pemerintah akan lebih tinggi dibandingkan pada semester satu. Dengan pencairan tersebut, diharapkan pembangunan Indonesia akan tetap berjalan dengan baik. Ical menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pada sektor riil yakni dengan adanya perubahan dari subsidi produk ke subsidi langsung berupa uang tunai. Pelaksanaan itu akan dilakukan sebelum atau pada Januari 2006.Perubahan pemberian subsidi ini dilaksanakan untuk mengurangi jumlah subsidi. Maka, dengan sendirinya akan mengurangi jumlah defisit anggaran. Sehingga, dapat meniadakan financial gap pada 2006.Pemerintah juga akan terus menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) untuk memelihara kesinambungan fiskal dan menurunkan jumlah defisit. Untuk manajeman utang, pemerintah akan menargetkan menurunnya jumlah utang menjadi 42,8 % pada akhir 2006, dari 49,1 % pada akhir 2005. (ism/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads