Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Nov 2018 19:26 WIB

Dorong Peningkatan Devisa, Bea Cukai Maluku Kumpulkan Pengusaha

Muslimin Abbas - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Ambon -

Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Maluku dan Maluku Utara bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku mengumpulkan para pengusaha untuk berdialog menyampaikan hambatan yang dihadapi dalam melakukan ekspor, khususnya di bidang perikanan.

"Gathering eksportir bertujuan untuk memetakan semua permasalahan yang ada dari para pengusaha mengenai sarana-prasarana yang mungkin belum sempurna, kemudian aturan dan prosedur dari masing-masing instansi terkait, baik pusat maupun daerah yang masih tumpah tindih atau mungkin masih membingungkan atau masih belum dipahami jelas dari pengusaha," Ujar Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Maluku dan Maluku Utara Finari Manan, di aula Kantor Gubernur Maluku, Kamis (8/11/2018)

Finari menjelaskan dialog ini penting agar para pengusaha bisa memberi masukan kepada Bea Cukai sehingga hambatan untuk melakukan ekspor bisa diselesaikan. Dengan begitu, jumlah devisa yang dihasilkan dari Maluku bisa meningkat.

"Seluruh permasalahan yang disampaikan pengusaha kita sudah bahas tuntas seharusnya tidak ada lagi masalah ke depan. Jadi diharapkan gathering eksportir ini dapat meningkatkan lebih lagi mengenai jumlah devisa yang dihasilkan dari Maluku, terkait seluruh kegiatan ekspor khususnya perikanan," imbuhnya.


Sementara itu, Ketua Tim Peningkatan Ekspor Maluku, yang juga Asisten 3 Setda Provinsi Maluku Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Pemda Maluku juga membidik banyak sektor ekspor lainnya.

"Kita bukan hanya saja terbatas pada sektor perikanan tapi akan pada sektor lain seperti rumput laut, pala, cengkeh dan pertambangan sesuai dengan aturan yang ada kita akan lakukan lebih cepat," ujarnya.

Zulkifli Hasan menjelaskan sektor perikanan dari Maluku telah diekspor hingga Vietnam. Pengusaha juga diharapkan bisa membuka pasar baru hingga ke Eropa.

"Untuk ekspor ikan telah dilakukan selama ini 7 juta ke Vietnam dan di harapkan dengan dibentuk tim ini akan melakukan rapat kordinasi dan tentukan target ke depan lebih dari 7 juta dan membuka pasaran ke Eropa dan Asia terutama Asia Tengah," tutupnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed