ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 11 Nov 2018 09:34 WIB

Kilau Bisnis Kicau Mania

Dari Hobi Lomba, Kini Jualan Burung Kicau Beromzet Rp 60 Juta

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Kicau Mania (Trio Hamdani-detikFinance) Foto: Kicau Mania (Trio Hamdani-detikFinance)
Jakarta - Bermula dari hobi mengikuti lomba burung kicau, Arun terjun ke dunia bisnis. Dia buka kios burung dengan omzet Rp 60 juta per bulan.

Arun awalnya adalah seorang pecinta burung biasa. Dia rajin mengikuti lomba burung kicau dari satu tempat ke tempat lainnya.

Banyak kompetisi dia menangkan selama dua tahun ikut aneka lomba burung kicau. Hingga ada orang tertarik membeli burungnya yang memenangkan lomba. Meski sayang, Arun akhirnya melepas dua burung spesial yang telah banyak mengantar dia jadi juara.

Burung pertama terjual Rp 17 juta dan kedua Rp 4 juta. Dia pun berfikir untuk mulai terjun ke bisnis burung. Dari uang hasil penjualan dua burung tersebut, Arun merancang untuk membuka sebuah kios.

Dirasa modal sebesar Rp 21 juta belum cukup, dia kemudian membuka tabungan yang terkumpul dari hadiah memenangkan sejumlah lomba burung kicau. Mulailah Arun membuka kios burung dengan modal Rp 35 juta.

"Total (modal) usaha masuk pertama Rp 21 juta, tapi kita punya tabungan lagi, kita masukin ke modal lagi jadi Rp 35 juta, awalnya itu modal kios," kata Arun saat berbincang dengan detikFinance Senin, 5 November 2018.


Awalnya, dia hanya menjual pakan burung kicau, mulai dari kroto, jangkrik, pur, dan sebagainya. Lambat laun dia tambah dagangan hingga akhirnya komplit. Dalam tiga bulan perkembangan kiosnya cukup bagus.

Dari sejumlah keuntungan yang didapat selama tiga bulan, dia gunakan untuk menambah jenis dagangan. Tak hanya makanan burung, Arun kemudian menambah dengan kandang-kandang burung.

"Dan 1 tahun kita lengkapin dengan burung bahan yang sangat dicari oleh orang, semua burung kita utamakan burung yang bagus-bagus gitu, yang cepat lakunya, tapi dengan harga yang Insyaallah masih terjangkau," jelasnya.

Foto: Kicau Mania (Trio Hamdani-detikFinance)


Burung yang dia jual beragam, mulai dari cucak ijo hingga jalak suren. Kisaran harga burung yang dia jual juga terjangkau, mulai dari Rp 550 ribu hingga Rp 1,6 juta. Namun itu untuk burung bahan, alias burung yang belum dilatih. Sementara burung yang sudah terbentuk bisa dihargai Rp 5 juta.

Kini, kios burung Arun sudah berjalan kurang lebih 2 tahun. Omzet kotornya telah menyentuh Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per bulan. "Rp 60 juta itu untuk kotor, tapi untuk bersihnya bisa Rp 30-40 juta per bulannya," ungkap Arun.

Meski begitu, banyak suka duka yang dialami Arun selama membuka kios burung kicau, mulai dari burung yang mati, kabur, hingga dicuri orang.

Terlebih, sekarang banyak bertebaran kios-kios burung lain. Bahkan, kata dia di kawasan Condet saja ada sekitar 20 kios burung. Tentu butuh strategi agar Arun tak kehilangan konsumennya.

"Untuk menjaga konsumen ya terutama di sini dengan harga Insyaallah sangat terjangkau dan sangat murah lah, dan pelayanannya pun kita Insyaallah sopan, terutama sangat murah lah untuk menjaga konsumen biar nggak ke mana-mana, tetap ke sini," tambahnya.

Sosok Arun membuktikan bahwa bisnis jual burung kicau menjadi mata pencaharian yang terbilang menjanjikan. Selama masih banyak komunitas kicau mania, bisnis tersebut tampaknya tidak akan padam. (erd/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com