Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Nov 2018 18:22 WIB

Wahai Santri, Mau Dapat Beasiswa S2 dan S3? Ini Syaratnya

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. Foto: dok.
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim hari ini meluncurkan program beasiswa untuk santri. Pada 2019 dialokasikan untuk 100 orang yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3).

Lantas, apa syarat untuk mendapatkan beasiswa yang dikelola melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu?

Pertama, yang perlu diketahui adalah program ini menyasar santri aktif, pendidik (Ustadz/Ustadzah) dan/atau Tenaga Kependidikan di Pondok Pesantren minimal 3 tahun terakhir.

Kedua, menyasar Alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (APBS) yang pada saat mendaftar aktif dalam pengembangan Pondok Pesantren minimal 3 tahun terakhir.

Bidang studi yang dibuka adalah bidang-bidang pengembangan kapasitas kelembagaan pesantren, di antaranya Manajemen, Kesehatan Lingkungan, Ekonomi Syariah, Pertanian, Ilmu Sosial dan Politik, Seni dan Budaya, Astronomi, Hukum.

Selanjutnya bidang Bidang Keilmuan Pesantren, di antaranya Ilmu Falak, Ilmu Syariah, Perbandingan Mazhab, Ilmu Maqulaat, Ilmu Arudh, Ilmu Tahqiq, Ilmu Faraid, Ulumul Qur'an, Ulumul Hadits serta sirah/tarikh, dan Bidang Ilmu Prioritas LPDP lainnya.

Bagi santri yang akan melamar harus melengkapi surat keterangan santri mukim atau aktif dalam pengembangan pesantren minimal 3 tahun dan surat rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren.


Berikutnya surat kesediaan mengabdi di pondok pesantren setelah menyelesaikan studi selama 2 tahun masa studi plus 1 tahun. Kemudian rekomendasi dari Kementerian Agama minimal tingkat kabupaten/kota, dan dokumen kelengkapan lainnya.

Syarat IPK minimal pada pendidikan sebelumnya, bagi magister dengan Letter of Acceptance (LoA) adalah 2,75, tanpa LoA adalah 3. Lalu untuk doktoral dengan LoA, IPK minimal adalah 3, tanpa LoA adalah 3,25.

Usia maksimal pada saat mendaftar untuk pendidikan magister maksimal 42 tahun, dan doktor maksimal 47 tahun.

Calon santri yang mengajukan beasiswa harus mampu berbahasa Inggris. Nilai TOEFL ITP untuk pendidikan magister masing-masing dalam dan luar negeri adalah 400 dan 500, IELTS 4,5 dan 6, TOEFL IBT 33 dan 61, TOEIC 400 dan 630.

Sementara doktoral untuk dalam dan luar negeri harus memiliki nilai TOEFL ITP 450 dan 500, IELTS 5 dan 6, TOEFL IBT 45 dan 61, TOEIC 500 dan 630.

Periode pendaftaran adalah 15 November-31 Desember 2018, dengan tahap seleksi, Seleksi Administrasi, Seleksi Berbasis Komputer, dan Seleksi Substansi.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com