Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Nov 2018 22:35 WIB

Buka Rute Internasional ke Kertajati, Maskapai akan Dapat Insentif

Mochamad Solehudin - detikFinance
Penerbangan perdana Bandara KertajatiFoto: Sudirman Wamad/detikcom Penerbangan perdana Bandara KertajatiFoto: Sudirman Wamad/detikcom
Bandung - Pemerintah berjanji memberi insentif bagi maskapai yang membuka rute penerbangan internasional ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Kabupaten Majalengka. Langkah tersebut menjadi upaya untuk mendorong kemajuan bandara tersebut.

"Kalau ada penerbangan baru dari luar negeri ke Jabar dalam hal ini ke Kertajati nanti akan diberikan insentif," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Selasa (13/11/2018).

Menurut Arief insentif yang ditawarkan kepada maskapai berupa bantuan promosi destinasi penerbangan yang akan dilayani. Dengan begitu, maskapai tidak perlu mengeluarkan dana untuk biaya promosi tersebut.

"Biar nanti biaya persatuannya relatif murah," ucapnya.


Menurut Arief banyak rute penerbangan yang bisa dilayani oleh maskapai di Bandara Kertajati. Contohnya rute dari dan menuju Kertajati-Singapura serta Kertajati-Malaysia.

Dua rute tersebut cukup menjanjikan mengingat kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia cukup banyak ke Jawa Barat. "Dari Asia Timur juga bisa langsung ke Kertajati," ucapnya.

Insentif ini, lanjut dia, telah diterapkan di Bandara Silangit di Danau Toba dan Tanjung Kelayang, Belitung. Karena kedua bandara tersebut termasuk baru dan sudah ditetapkan sebagai bandara internasional.

"Kedua bandara ini mirip dengan Kertajati," katanya.



Arief berharap tawaran insentif ini bisa signifikan mendongkrak kunjungan wisatawan dan jumlah penumpang di Bandara Kertajati. Dia optimis jika penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia dibuka di sana, maka bandara tersebut bisa menyumbang akan wisatawan asing cukup tinggi.

"Ini bisa tembus satu juta," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jabar Ridwan Kamil berpendapat, Bandara Kertajati sudah siap melayani penerbangan lokal dan internasional. Namun saat ini keberadaan bandara tersebut eksistensinya masih kalah dengan bandara lain.

"Kertajati itu sudah siap tapi kurang beken. Kurang marketing, kalau istilah Pak Menteri, produknya bagus, harganya bagus, kurang promosi kan tidak jadi bisnis," ucapnya.


Pihaknya akan mulai mencari cara agar Bandara Kertajati bisa lebih berkembang ke depannya. Salah satunya membagi rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dengan Bandara Kertajati.

"Jadi nanti tugas kami adalah mencari termasuk memilah dengan Bandara Husein. Bandara Husein juga tidak bisa dinolkan 100 persen. Insya Allah komitmen saya mah 2019 baru kelihatan (progresnya)," ujarnya.


Tonton juga 'Singapore Airlines Luncurkan Penerbangan Terlama di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed