Pengusaha Padat Energi Antusias Impor BBM
Sabtu, 27 Agu 2005 00:50 WIB
Jakarta - Pengusaha di sektor padat energi mengungkapkan rasa antusiasnya untuk mengimpor BBM. Antusias para pengusaha ini, setelah mereka diperbolehkan mengimpor sendiri BBM sebagai solusi keluhan naiknya harga dan pasokan BBM yang seret.Demikian dikatakan Direktur Industri Kimia Hulu Departemen Perindustrian, Hari Slamet Widodo kepada detikcom dan Investor Daily saat ditemui di Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (26/7/2005)."Sesuai UU Migas, PP no 36 tahun 2004 dan peraturan mentei ESDM tentang persyaratan dan pedoman izin usaha mereka diperbolehkan setelah PSO Pertamina dilepas bulan November," kata Hari.Kata dia, Departemen Perindustrian hanya sebagai fasilitator. Untuk mencari minyaknya mereka berusaha sendiri dan memahami jelas konsekuensi impor yang menggunakan fix scheduel. "Mereka terkendala dengan keekonomian impor. Karena kalau mengimpor di bawah 20 ribu kilo liter biaya menjadi besar makanya saya usulkan mereka buat konsorsium impor BBM saja," jelas Hari.Para pengusaha cukup antusias setelah masalah ini disosialisasikan. Kini mereka baru menjajaki dan menghitung costnya. "Jadi sampai saat ini belum ada yang minta rekomendasi izin impor ke departemen ESDM," tukasnya."Namun mereka yang diperbolehkan impor dilarang keras mendistribusikan ke masyarakat, ada sanksi tegas untuk itu," tegas Hari.
(mar/)











































