Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Nov 2018 21:01 WIB

54 Bidang Usaha Dibuka ke Asing, Darmin: Modal Kita Nggak Cukup

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution buka-bukaan soal alasan dibukanya 54 bidang usaha ke asing. Asing dibolehkan menanamkan modalnya 100% di bidang usaha yang sebelumnya masuk ke daftar negatif investasi (DNI) itu.

Dia mengatakan, penanaman modal asing (PMA) dibuka hingga 100% karena Indonesia tidak memiliki cukup modal untuk membangun bidang usaha tersebut. Sementara produk yang dihasilkan dari situ dibutuhkan agar Indonesia bisa mengurangi impor.

"Dia bawa duit ke sini, nah jangan kemudian kamu tanya kenapa harus modal asing? Modal kita nggak cukup. Nah sehingga kita yang memang harus ngundang," kata Darmin ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).


Berkaitan dengan itu, jika Indonesia terus bergantung impor membuat neraca transaksi berjalan terus terusan defisit, walaupun dibukanya PMA ini tidak otomatis membenahi defisit.

Paling tidak, dengan masuknya modal asing ke bidang bidang usaha yang selama ini belum berkembang, apa yang selama ini masih diimpor bisa dikurangi.

"Dari dulu kita defisit saja termasuk karena kita bikinnya itu, ya kita mau ngolah karet saja ya hanya berapa investor kita," jelasnya.

"Orang orang selalu melihatnya 'oh asing', eh republik ini sudah 70 tahun umurnya. Ada banyak sekali yang kita nggak punya. Akibatnya begitu ekonominya tumbuh impornya meledak, karena nggak ada barangnya, sehingga kalau kamu lihat, nanti itu kita bukan hanya barang jasa saja kita buka," lanjut Darmin.


Darmin memastikan, masuknya investasi asing dengan dibukanya 54 bidang usaha dari DNI tidak berdampak negatif, justru sebaliknya. Misalnya mereka akan membuat pabrik, dan pabrik tersebut tidak mungkin dibawa lari dari Indonesia setelah investasinya berhenti.

"Memang kamu pikir dia bisa bawa lari? kan nggak. Emang dia bawa orang juga dari sana? mungkin dia bawa berapa orang, tapi sebagian besar dari sini. Jadi maksud saya, saya ingin dudukan cara melihatnya dulu," tambahnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed