Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 18 Nov 2018 20:36 WIB

Sudah Dibantah, Prabowo Masih Sebut Kekayaan RI Dinikmati 1% Penduduk

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: (Dok BPN Prabowo-Sandiaga). Foto: (Dok BPN Prabowo-Sandiaga).
Jakarta - Calon presiden (capres) Prabowo Subianto bersuara soal kekayaan Indonesia yang hanya dikuasai 1% penduduk saat berkunjung ke Kampung Sukaraja, Desa Jatisari, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Sabtu lalu (17/11/2018). Menurut Prabowo, data itu bersumber dari Bank Dunia.

Bukan pertama kali Prabowo bersuara mengenai masalah tersebut. Saat bertemu relawan emak-emak Bali, Prabowo juga mengatakan 99% masyarakat Indonesia hidupnya pas-pasan.

"Hasil ini adalah data, fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga-lembaga internasional. Yang nikmati kekayaan Indonesia kurang dari 1 persen. Yang 99 persen mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan sangat sulit," kata Prabowo kata dia di Inna Heritage Hotel, Bali, Jumat (19/10/2018)

Bank Dunia sebenarnya sudah merespons masalah data ini. Bank Dunia menyatakan, tak mengetahui data yang disampaikan Prabowo.

"Bukan data kita, itu bukan perhitungan kita, saya nggak tahu itu dari siapa," kata Ekonom Senior Bank Dunia Vivi Alatas di UI Depok, Senin (12/11/2018).


Vivi menjelaskan saat ini 22% masyarakat Indonesia masuk dalam kategori kelas menengah. Kemudian 5% masuk kelas atas, 45% golongan kelas menengah namun tidak miskin dan tidak rentan, serta 9% masuk dalam kategori warga miskin.

Menurut Vivi, orang miskin di Indonesia bergantian. Dia mencontohkan, saat terjadi bencana, orang bisa masuk dalam kategori miskin.

Vivi juga menuturkan, salah satu faktor penyebab kemiskinan adalah harga beras yang tinggi. Dia menyebut, hal tersebut karena beras adalah komoditas yang sangat penting untuk seluruh rakyat Indonesia.


"Jadi setiap ada 10% kenaikan harga beras maka ada 1,2 juta orang miskin baru," tutup dia.

Kemarin, capres no urut 2 itu kembali menyinggung soal itu di Garut Jawa Barat. Prabowo juga mengaku itu data dari bank dunia.

"Kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan bangsa Indonesia mengalir ke luar karena itu, tidak mungkin Indonesia sejahtera. Tidak mungkin Indonesia kuat, karena yang nikmati kekayaan hanya segelintir orang saja. Kurang dari 1% dan itu bukan Prabowo Subianto yang bicara, itu adalah Bank Dunia dan itu saya tuangkan dalam buku saya, Paradox Indonesia," kata Prabowo kemarin.



(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed