Gara-gara Katrina, Harga Minyak Tembus Level US$ 70/Barel
Senin, 29 Agu 2005 10:26 WIB
Jakarta - Gara-gara badai Katrina yang 'menghancurkan' ladang dan kilang minyak di Teluk Meksiko, harga minyak mentah dunia akhirnya mencapai juga level US$ 70 per barel. Pada awal perdagangan Senin (29/8/2005) di Singapura seperti dilansir Reuters, harga minyak New York Mercantile Exchange (NYMEX) melonjak hingga US$ 4,67 per barel ke level US$ 70,80 per barel. Para pialang minyak khawatir kekacauan produksi di teluk tersebut akan mengancam industri minyak yang tengah berjuang untuk mencukupi tingginya permintaan selama dua tahun terakhir. Lonjakan harga minyak tersebut terjadi akibat badai Katrina yang muncul di Teluk Meksiko. Dahsyatnya badai itu menyebabkan para produsen minyak di wilayah harus menutup lebih dari sepertiga produksinya. Badai Katrina merupakan topan kedua yang menghantam Florida selama tahun ini. Sebelumnya topan Dennis melanda pada bulan lalu di kota Panhandle. Sedikitnya empat orang tewas akibat serangan topan Katrina di daerah padat penduduk di Florida. Keempatnya meninggal akibat tertimpa pohon tumbang.Amukan badai ini juga membuat listrik padam di sebagian wilayah Florida. Sekitar 1,3 juta pelanggan, khususnya yang berada di daerah Miami-Dade dan Broward dilanda gelap gulita karena listrik mati.Katrina bertiup melewati ladang-ladang migas menuju New Orleans. Menurut data yang dikeluarkan oleh perusahaan minyak setempat, Minggu (27/8/2005), Katrina menyebabkan produksi minyak terhenti hingga 633 ribu barel per hari. Katrina juga memaksa tujuh kilang minyak AS tutup termasuk satu terminal impor minyak AS.
(qom/)











































