Prabowo: SDM Kita Kalah dari Singapura, Thailand, Malaysia

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 21 Nov 2018 12:53 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih kalah dibandingkan negara tetangga. Prabowo mengatakan kualitas SDM Indonesia yang diukur dari Human Development Index berada di posisi 113 dari 188 negara.

"Pengembangan sumber daya manusia berada di posisi 113 dari 188 negara. Kita kalah dari Singapura, Thailand, Malaysia," kata Prabowo dalam acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).

Tingkat pengembangan SDM Indonesia berdasarkan data tersebut, kata Prabowo, diukur melalui beberapa indikator. Tingkat kesehatan hingga pendidikan dimasukkan dalam penilaian ini.

"Human indeks diukur dari indeks GNI, kesehatan, tingkat pendidikan," ujar Prabowo.

"Saya sebagai orang Indonesia tidak cukup bangga dengan pencapaian ini," tambah Prabowo.

Prabowo kemudian mengajak peserta untuk melihat indikator lainnya. Prabowo mengatakan berdasarkan data PISA tahun 2015, bahwa Indonesia menempati posisi ke-66 dalam bidang matematika dan 67 di sains dari 73 negara. Posisi tersebut hanya lebih baik dibandingkan enam negara dunia.


"Kita peringkat 66 di matematika, 67 di sains dari 73 negara," tutur Prabowo.

Dia juga kecewa dengan pencapaian tersebut karena angkanya tidak membanggakan. Prabowo juga kembali mengutip data Bank Dunia bahwa 55% orang Indonesia tidak memahami cukup baik apa yang dibacanya.

"Indonesia bisa membaca tapi tidak memahami apa yang mereka baca," ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung peringkat angka harapan hidup Indonesia yang kalah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Prabowo juga menyinggung soal stunting yang dialami anak-anak Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih ada yang belum mendapatkan cukup asupan makanan yang baik.

"Saya sebagai WNI saya sangat sedih," ujar Prabowo.




Tonton juga 'Transformasi SDM Jadi Langkah Awal Capai "Indonesia Digital Nation"':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)