Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Nov 2018 12:58 WIB

Pengusaha Rugi, Kantong Plastik Dilarang di Daerah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Australia Plus ABC Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) masih menghitung dampak kerugian dari pelarangan penggunaan kantong plastik. Sebab, pelarangan ini bisa menimbulkan kerugian dari adanya pembatalan transaksi oleh konsumen.

"Potensi kerugian memang semua data Aprindo masih kalkulasi, yang jelas semakin daerah memiliki edukasi tinggi makin bisa kompromi. Semakin edukasi, maaf rendah, maka di situlah sangat menimbulkan kebingungan kekacauan, pembatalan transaksi dan sebagainya," kata Ketua Umum Aprindo Roy Mandey dalam konferensi pers di Menara Rajawali Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Roy menjelaskan, beberapa daerah saat ini sudah dan akan menerapkan pelarangan sampah plastik. Dia menyebut beberapa daerah itu antara lain Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, dan Jakarta.

"Banjarmasin, Balikpapan, Bogor. Kemudian Jakarta ada rencana, Bandung," sebutnya.



Menurut Roy, pelarangan ini seharusnya dikaji lebih mendalam terkait dampak dari pelarangan kemasan plastik ini. Apalagi, dia juga mengatakan, jumlah toko ritel modern lebih sedikit dibanding dengan jumlah toko tradisional yang menggunakan kemasan plastik.

"Jumlah ritel modern itu sedikit, data Aprindo ritel modern tak lebih 40.000 toko. Sementara plastik di luar ritel modern itu jauh lebih besar jumlah disediakan pasar rakyat atau pasar tradisional," sambungnya.

"Pengkajian harus dilakukan dulu, bukan hanya sekadar copy paste kemudian untuk mengejar Kalpataru bagaimana daerah bersih sampah," tutupnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed